OPM Makin Brutal, Selain Tembak Tenaga Medis, Juga Mutilasi Seorang Petani

0
319

SULSELBERITA.COM. Papua - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua lagi-lagi membuat ulah hingga menelan korban jiwa. Kali ini, tindakan mereka semakin brutal. Dilansir Gridhot dari akun Instagram @papua_talk, KKB Papua diketahui menembak dan memutilasi penduduk pribumi Papua di Intan Jaya, Papua. Di tengah pandemi global virus corona yang melanda Indonesia, tak terkecuali tanah Papua, KKB justru menebar teror.

Padahal sebelumnya, dua tenaga medis, pada Jumat (22/5/2020) dilaporkan ditembak KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Ketika masyarakat Papua dihadapkan oleh musibah virus Covid-19. KKSB atau OPM dengan kejinya membunuh petugas kemanusian yang berasal dari Papua atas nama Ale Melik Bogau, Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya dianiaya KKSB saat membawa obat-obatan untuk warga.," tulis akun Instagram @papua_talk.
Seminggu berselang, pada Jumat (29/5/2020) kemarin, KKB Papua dengan keji membunuh seorang warga sipil di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga  Personil Polsek Marbo Polres Takalar Kawal Demonstran Penyampaian Aksi Damai Di Kantor Desa Punaga

Mereka menembak dan memutilasi tubuh korban. Korban bernama Yunus Sani (40), seorang petani kebun yang merupakan warga asli Papua.
"Selang 1 minggu kemudian kini KKSB OPM menebar teror Kembali dengan menembak dan memutilasi petani kebun yang merupakan warga asli Papua, korban bernama Yunus Sani (40 tahun) pada Jumat tanggal 29 Mei 2020, di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya," tambah akun tersebut.

Adapun keterangan tersebut didapatkan dari seorang Pastur Gereja Mbegulo, Bapak Niko Wakey. Adapun pada saat kejadian, Bapak Niko Wakey tengah mengantar anaknya dari Enarotali.
Akan tetapi, ketika dalam perjalanan kembali ke Kampung Mbegulo, di tengah perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali. "Keterangan tersebut didapatkan dari Niko Wakey seorang Pastur Gereja Mbegulo. Dimana Kejadian Bermula Ketika Niko Wakey sedang mengantar anaknya dari Enarotali, saat kembali ke Kampung Mbegulo ditengah perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali," terang akun Instagram @papua_talk.

Baca Juga  Tak Memiliki Kantor, Lurah Pantai Bahari Kec.Bangkala Jeneponto Layani Masyarakat di Kolom Rumah

Setelah bunyi tembakan mereda, Niko Wakey pun melihat KKB Papua turun dari Kampung Megataga. KKB pun menghampiri pastur itu dan mengatakan hal yang membuatnya terkejut.
"Saat menghampiri saya (Niko Wakey) KKSB atau OPM tersebut menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani," kata Niko Wakey seperti dikutip Gridhot dari akun Instagram @papua_talk.

Tak lama setelah KKB Papua meninggalkannya, pastur itu pun menghampiri korban.
Kondisi korban pada saat itu telah dibungkus dengan karung oleh KKB.

Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Bapak Niko Wakey menghampiri korban Yunus Sani (40 tahun) yang telah di bungkus dengan karung oleh KKSB atau OPM," terang akun tersebut.
Mendengar informasi tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, mengatakan bahwa KKB seakan menebar virus menyabut nyawa para warga asli Papua yang berada di bumi Papua.

Baca Juga  Dikenal Licin dan Ahli, Pelaku Curanmor ini Takluk di Tangan D'Crime Buster Polsek Ujung Tanah dan Tim Ghost Dermaga Polres Pelabuhan

Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Bapak Niko Wakey menghampiri korban Yunus Sani (40 tahun) yang telah di bungkus dengan karung oleh KKSB atau OPM," terang akun tersebut.
Mendengar informasi tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, mengatakan bahwa KKB seakan menebar virus menyabut nyawa para warga asli Papua yang berada di bumi Papua (https://hot.grid.id).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here