Aktivis LSM REKAP Prediksi Mutasi Dan Pemberhentian Ribuan Honorer, Akan Gerus Suara Partai Pendukung Bupati Takalar Pada Pilgub Dan Pilcaleg Mendatang

793

SULSELBERITA.COM. Takalar - Kebijakan tidak populis yang  diambil oleh Bupati Takalar Syamsari Kitta, yang memberhentikan secara sepihak ribuan Honorer yang ada di semua OPD, ditanggapi serius oleh salah seorang Aktivis Lembaga riset dan kajian publik (LSM REKAP)) Zainuddin Nakku.DL. (Selasa, 23/1/2018).

Menurutnya mutasi staf dan juga pemberhentian sukarela di SKPD akan berdampak buruk pada pilcaleg 2019 mendatang khusnya caleg PKS. Meskipun mutasi staf dan pemberhentian sukarela dinilai sesuai mekanisme dan tidak cacat hukum akan tetapi sangat besar kemungkinan berpengaruh pada caleg PKS mendatang.

"Langkah yang diambil oleh Bupati Takalar melakukan Mutasi dalam tempo belum sebulan masa pemerintahannya, dan juga kebijakannya memberhentikan ribuan honorer di Takalar, saya prediksi akan berdampak buruk pada pilcaleg 2019 mendatang khusnya caleg PKS. Meskipun mutasi staf dan pemberhentian sukarela dinilai sesuai mekanisme dan tidak cacat hukum akan tetapi sangat besar kemungkinan berpengaruh pada caleg PKS mendatang" jelas Zainuddin Nakku

Baca Juga  Kader Partai Persatuan Pembangunan Haji Iqbal Kecewa Partai PPP Dukung Kader Partai lain

"Bukan hanya pilcaleg 2019 mendatang, tapi kuat dugaan akan berpengaruh juga pada pilgub sulsel tahun ini, khususnya dikabupaten Takalar, karena terlalu cepat bapak bupati Takalar SYAMSARI KITTA mengambil langkah memberhentikan sukarela di semua SKPD tanpa bersamaan dengan kabupaten lain, sebagaimana surat dari kementrian, sebab dengan keluarnya surat pemberhentian itu, lapisan masyarakata Takalar disembilan Kecamatan, sebagian masyarakat langsung menilai negatif kebijakan bupati Takalar tersebut, dan itu otomatis berdampak pada partai pengusung, apalagi tahun 2018-2019 adalah tahun politik yaitu Pilgub dan Pilcaleg". Kunci Zainuddin.

Pemberhentian ribuan tenaga honorer di semua SKPD yang ada, kini menjadi bahan pembicaraan hampir semua lapisan masyarakat, bahkan di media media sosial, hal ini sudah viral.

Advertisement
BAGIKAN