Sempat Viral, Dua Orang Pasien Lumpuh di Bulukumba Dievakusi PKM Bontonyeleng ke Rumah Sakit Sultan Daeng Raja

42

SULSELBERITA.COM. Bulukumba - Sempat viral dan mewarnai sejumlah laman media online, dua orang warga Dusun Seka, Desa Bonto Nyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan masing masing atas nama Ramlah (20 tahun) dan Mila (18 tahun) warga kurang mampu yang sudah puluhan tahun menderita lumpuh, akhirnya mendapat penanganan serius aparat pemerintah.

Rumah kediaman tiga orang anak yatim piatu berkekurangan fisik itu, mendadak ramai disambangi pejabat pemerintah dan relawan kemanusiaan Kabupaten Bulukumba, termasuk, wakil ketua komisi informasi Kabupaten Bulukumba, Andhika Mappasomba.

Advertisement

Kepala Puskesmas Bontonyeleng, Jindasari Said, S.ST, membenarkan penanganan terhadap kedua pasien lumpuh kakak beradik, warga Dusun Seka, Desa Bontonyeleng yang selama ini menutup diri dan menyembunyikan penyakit yang dideritanya kepada tetangga dan warga sekitar.

Jindasari menyebut, jika selama ini mereka enggan berinteraksi dan menjalin komunikasi sosial baik dengan tetangga maupun warga lain di sekitar Desa Bontonyeleng.

Pihaknyapun mengaku tidak tahu menahu terkait penyakit yang diderita keduanya. Persoalan ini baru diketahuinya, setelah membaca pemberitaan di media yang tiba tiba mencuak dan viral dalam seketika.

"Kasus ini baru saya ketahui tadi pagi, (Rabu, 27/12, red), usai membaca pemberitaan yang viral di media sosial. Padahal, selama ini kami sering melintas di rumah kediaman pasien", ungkapnya.

Usai membaca pemberitaan, kami langsung turun ke lapangan bersama dengan segenap tim dr, tenaga perawat, bidan desa serta petugas puskesmas pembantu (Pustu) dan memberikan penanganan extra.

Setiba di rumah pasien, tim dr, perawat, dan bidan desa, langsung membersihkan tubuh kedua pasien yang selanjutnya diberikan konseling untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Awalnya, pasien menolak untuk disentuh dan diberikan perawatan medis. Namun dari hasil konseling, keduanya, bersedia untuk ditangani oleh dr dan tenaga perawat yang didatangkan dari Puskesmas.

Dari diagnosa sementara, tim dr menyimpulkan pasien atas nama Ramlah (20 thn) menderita kelumpuhan pada keempat anggota gerak dan luka yang diakibatkan oleh ketidak mampuan pasien untuk bergerak.

Selain itu, Ramlah juga divonis mengidap indikasi malnutrisi anemia serta gangguan formula akibat manutrisi.

Kondisi serupa dialami Mila (18 tahun) yang juga menderita kelumpuhan dan indikasi scoliosis atau pembengkokan tulang belakang.

Oleh karenanya, penanganan lanjutan dan pemeriksaan laboratorium dipandang perlu untuk dilakukan tim dr dengan melihat kondisi fisik pasien yang sangat lemas.

Dalam kaitan itu pula, tim puskesmas sengaja diarahkan untuk datang dan mengambil sample darah kedua pasien yang hasilnya positif menunjukkan keduanya mengidap anemia.

Khusus untuk Mila, nantinya akan diarahkan menjalani fisioterapy setelah kondisinya dianggap mulai pulih.

Tindakan penanganan ditempuh tim dr,
seusai memberikan edukasi, sekaligus melakukan konseling dan melihat kebesaran semangat kedua pasien untuk mau sembuh.

Sosok kepala puskesmas wanita yang sehari harinya bertugas sebagai fungsional bidan Puskesmas Bontonyeleng itu, menandaskan, tim dr yang didampingi perawat, bidan desa, dan petugas pustu, memutuskan untuk turun setelah membaca berita dan mengshare berita kepada kepala desa untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Alhasil, begitu tiba di rumah kediaman pasien, kepala desa bersama jajarannya sudah lebih awal berada di sana, urainya kepada awak media via sambungan saluran telefon selular, Rabu, (27/12) siang.

Lebih lanjut Jindasari menguraikan, pasien dirujuk dan diantar langsung ke rumah sakit, oleh kepala puskesmas yang didampingi satu orang staf, perawat puskesmas, dan dua orang perawat pustu.

Tim puskesmas juga turut didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Kabupaten Bulukumba, Andhika Mappasomba dan Kepala Dusun Seka, Desa Bontonyeleng.

Pasien diantar ke rumah sakit dengan menumpangi dua unit kendaraan operasional yang terdiri dari kendaraan rujukan puskesmas dan mobil sehat Desa Bontonyeleng. (Fadly Syarif)