Unras Dukung Palestina, Forum Aliansi Takalar Minta Pemda Boikot Produk Yahudi Israel di Takalar

121

SULSELBERITA.COM. Takalar, - Ratusan Masyarakat yang mengatasnamakan diri Forum Aliansi Pembela Palestina melakukan Aksi Unjuk rasa (Unras) di 2 titik, yakni depan Mesjid Agung Takalar, dan di depan Kantor Bupati takalar. Jumat, 27/102023.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa mengutuk keras tindakan barbar dan kejam Zionis Israel terhadap warga Muslim di Palestina.

Pengunjuk rasa pun dengan tegas meminta kepada Pemerintah daerah (Pemda) Takalar agar memboikot seluruh produk- Produk dari Israel dan sekutunya yang tersebar diseluruh minimarket yang ada di takalar, sepeeti Alfamart, Indomaret dan alfamidi.

" Kami dengan tegas Meminta Pemda Takalar agar memboikot seluruh produk produk yahudibisrael serta sekutunya yang beredar di seluruh minimarket di Takalar " Ujar jenderal lapangan saat diterima perwakilan Pemda Takalar, yakni kadis Kominfo Budiar Rozal.

Sementara salah seorang orator lainnya Iwank Surya dikesempatan yang sama, meminta agar Pemda Takalar memanggil semua manager dan kepala Toko minimarket di Takalar, untuk meminta agar mereka menyingkirkan semua produk produk Israel yang ada di rak toko mereka.

" Setelah hari ini, kami minta Pemda Takalar segera menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan kami ini, jika tidak, maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar, dan melakukan razia ke semua Minimarket yang ada di Takalar". Tegas Iwank Surya.

Sementara Kepala Dinas Kominfo yang mewakili PJ Bupati Takalar dalam hal ini pemerintah daerah menerima pengunjuk rasa di depan kantor Bupati takalar.

" Allahu Akbar '

" Kami mendukung aksi teman teman untuk kemerdekaan Palestina, kami bersama kalian, insyaallah tuntutan teman teman akan kami tindak lanjuti dengan terlebih dahulu menyampaikan hal ini ke pimpinan kami'. Ujar Budiar.

Perlu diketahui, Forum Aliansi Pembela Palestina ini adalah gabungan dari 35 Organisasi dan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Takalar.

Aksi Barbar dan genosida dari pasukan pertahanan Israel (IDF) terhitung sejak tanggal 7 Oktober yang lalu, telah membantai lebih dari 6.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah anak anak dan wanita, selain itu tercatat pula puluhan ribu warga Palestina mengalami luka berat dan luka ringan.