Wawan Suhendra: Surunuddin Masih Sangat Kuat dan Sulit Ditumbangkan pada Pilkada Mendatang

572

SULSELBERITA.COM. Konsel - Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Wawan Suhendra menilai, elektabilitas Surunuddin Dangga sebagai calon bupati Petahana pada Pilkada Konsel masih sangat kuat dan sulit untuk ditumbangkan para penantangnya.

"Saya mengatakan ini bukan atas dasar hasil analisa atau survei, atau kata orang lain. Ini hasil belusukan selama bersosialisasi di masyarakat, " kata Wawan Suhendra pada media ini, melalui press rilisnya. Senin 8/6/2020

Anggota DPRD Konsel ini mengakui bahwa semenjak Ia menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil bupati pasca mendapat dukungan dari PCNU dan tokoh - tokoh di beberapa desa eks transmigrasi Konawe Selatan. Dirinya sudah gencar melakukan blusukan disemua titik di Konsel.

Advertisement

"Ada rumor yang mengatakan bahwa Konsel tidak ada kemajuan dan jauh tertinggal dari kabupaten lain yang seumuran dengan kabupaten Konsel. Menurut saya itu statement yang sangat tidak jelas tolak ukurnya. Karena selama satu periode kepemimpinan H. Surunuddin, sangat jelas arah program pembangunannya ssebagaimana yang tertuang di APBD konsel. Tentu teman - teman DPRD periode 2014-2019 tau tentang hal itu, " jelasnya

Baca Juga  Kinerja Kurang Memuaskan, Kader Muda Golkar Minta Dua Menteri dan Satu Wamen asal Golkar Dievaluasi

Menurut Wawan, keberhasilan atau kegagalan pembangunan di suatu daerah bukan hanya ditentukan oleh bupati & wakil bupatinya tetapi ada peran pimpinan dan anggota DPRD. Karena dalam menjalankan pemerintahan daerah kepala daerah bersama jajarannya berdasar pada peraturan daerah yang di tetapkan oleh sidang Paripurna DPRD.

Sebagai anggota DPRD dan sekaligus politisi PKB dirinya menyayangkan jikalau Konsel dianggap tidak ada kemajuan. Karena menurutnya sudah sangat banyak kemajuan yang di capai oleh Pemda Konsel. Mulai dari mengurangi angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur baik jalan, transportasi, perkantoran, puskesmas, pasar desa, irigasi, pelabuhan nelayan, infrastruktur pendidikan dan masih banyak yang belum disebutkan yang kesemuanya tentu sangat berpengaruh pada perkembangan perekonomian masyarakat.

"Inilah salah satu alasan kenapa saya ingin maju mendampingi petahana," cetusnya

Baca Juga  Golkar Takalar Klaim Dapil 1 dan 3 Raih Masing Masing 2 Kursi

Lanjut Wawan, sebgai anak seorang petani, dan terlahir dari keluarga besar petani, dirinya bertekan untuk menaikan anggaran pertanian, memberikan pelatihan dan pengembangan pada para anak petani dengan memanfaatkan lahan tidur. Karna membuka lapangan kerja untuk para pengangguran, bukan hanya melalui jalur CPNS, pabrik atau perusahaan yang membutuhkan karyawan saja. Dengan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman yang produktif juga bisa menghasilkan uang untuk peningkatan kesejahteraan petani dan generasinya.

"Sehingga ketika saya diberikan peluang untuk mendampingi petahana, tentu inilah yang menjadi cita - cita saya tanpa melupakan kehidupan para nelayan ikan tangkap di pesisir, " tutur Wawan Suhendra, seraya menekankan bahwa dengan pelatihan , bimbingan dan pembinaan berbagai macam budidaya perikanan nantinya akan berpengaruh pada peningkatan kualitas kehidupan nelayan di Konsel.

Tak sampai disitu, menyinggung tentang masyarakat yang taraf hidupnya masih dibawah sejahtra kata Wawan, bukan hanya di Kabupaten Konsel saja. Kasus serupa juga ditemukan di negara maju.

Baca Juga  Andri Darmawan, Tepis Tudingan Mahar Politik H. Surunuddin Dangga

"Dan mengenai percepatan pembangunan konawe selatan gak bisa di bandingkan dengan kabupaten lain di Sultra. Karena, disamping jumlah penduduk Konsel terpadat, wilayah Kabupaten Konsel juga paling luas di Sultra dengan cakupan 25 Kecamatan dan 361 Desa dan kelurahan. Tetapi walaupun begitu Konsel jauh lebih baik dari beberapa kabupaten yang pemekarannya seumuran, " bebernya

Dengan demikian, meski dibabat dengan berbagai isu, Wawan Suhendra meyakini petahana masih sangat tangguh untuk ditumbangkan. Apalagi jika dia diberi kesempatan untuk mendampingi petahana, maka dipastikan daerah eks transmigrasi tentu dirinya lebih mudah terima oleh pemilih.

"Bisa uji publik tentang hal ini. Saya mohon maaf saya katakan ini bukan Rasis,
mengkulturkan atau mengelompokan mereka degan tujuan tertentu, tapi mungkin karena ada rasa solidaritas karena saya anak petani tentu tau banyak tentang keinginan petani," tutupnya.

( H E N D R A )

Advertisement
BAGIKAN