Fokus Keselamatan, Satlantas Takalar Edukasi Pelajar dan Pengemudi Bentor Jelang Operasi Patuh

Idul Adha - Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali menggelar Operasi Patuh 2026 yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia selama 15 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 22 Juni 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi penegakan hukum tahun ini menerapkan kombinasi metode penindakan baru dengan porsi terbesar menggunakan sistem elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

 

Bacaan Lainnya

Idul Adha - Camat Pattallassang

Dalam Operasi Patuh tahun 2026 ini, Korlantas Polri membagi porsi penindakan menjadi tiga kategori. Sebesar 60% penindakan akan dilakukan melalui ETLE, yang mencakup penggunaan kamera statis yang terpasang di titik-titik ruas jalan strategis, ETLE mobile yang dioperasikan langsung oleh petugas, hingga penggunaan ETLE drone untuk menjangkau area yang lebih luas dan sulit dipantau.

 

Selanjutnya, sekitar 30% penindakan dilakukan melalui tilang manual. Metode ini akan menyasar pelanggaran yang terlihat secara kasat mata dan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus lalu lintas, menerobos lampu merah, dan pelanggaran fatal lainnya yang akan langsung ditindak petugas di lapangan. Sisanya sebesar 10% menggunakan pendekatan edukasi dan humanis.

 

Menyambut pelaksanaan operasi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Takalar tidak menunggu hari pelaksanaan, melainkan lebih dulu turun ke lapangan melakukan sosialisasi dan edukasi menyeluruh. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Takalar, AKP Mulyadi, S.Sos., MH., didampingi Kanit Kamsel IPDA Nasrullah, SH., MM., tim menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pelajar hingga pengemudi angkutan umum.

 

Langkah pertama, rombongan mendatangi SMU Negeri 3 Takalar yang beralamat di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Di hadapan para siswa dan dewan guru, AKP Mulyadi menjelaskan secara rinci mengenai aturan baru serta pemberlakuan ETLE yang menjadi fokus utama operasi tahun ini.

 

“Kami mendatangi sekolah-sekolah mulai jenjang SMP hingga SMA sederajat, untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai tertib berlalu lintas dan menyampaikan bahwa mulai tanggal 8 Juni nanti Operasi Patuh berlangsung dengan penindakan yang sebagian besar sudah menggunakan sistem elektronik. Kami ingin anak-anak didik ini menjadi agen perubahan yang mematuhi aturan,” ujar AKP Mulyadi.

 

Setelah dari sekolah, sosialisasi dilanjutkan ke pangkalan becak motor (bentor) yang berada di Jalan Poros Nasional Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang. Di lokasi ini, Kasat Lantas dan jajarannya berdialog akrab dengan para pengemudi, menyampaikan pesan keselamatan, serta mengingatkan kembali kelengkapan administrasi kendaraan.

 

AKP Mulyadi menegaskan, pendekatan yang dilakukan dalam tahap awal ini bersifat humanis. Bentuknya berupa edukasi, sosialisasi, serta teguran simpatik kepada masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa langsung memberikan sanksi, agar masyarakat paham alasan di balik aturan tersebut.

 

“Operasi Patuh 2026 mengusung tagline ‘Fokus Keselamatan & Ketertiban Lalu Lintas

Pos terkait