Lewat ‘Takalar Cepat Menyapa’, Pemkab Dorong Perikanan Budidaya Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah

Idul Adha - Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar terus meneguhkan komitmennya untuk menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat wilayah Takalar dianugerahi bentang alam pesisir yang strategis serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah, sehingga memiliki keunggulan komparatif yang sangat potensial untuk dikembangkan secara maksimal.

Sebagai upaya memperkenalkan dan menyosialisasikan peluang besar tersebut ke tengah masyarakat, Pemkab Takalar menggelar program talkshow interaktif unggulan bertajuk “Takalar Cepat Menyapa”. Mengusung tema “Potensi Perikanan Budidaya Takalar, Prospek dan Pengembangannya”, kegiatan ini disiarkan langsung melalui Radio Suara Lipang Bajeng (SLIBE) 98.8 FM pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 10.00 WITA.

Bacaan Lainnya

Idul Adha - Camat Pattallassang

Acara yang menjadi ruang dialog publik ini menghadirkan Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Takalar, M. Misbah, ST., M.Si., sebagai narasumber utama, dan dipandu secara dinamis oleh penyiar kenamaan Hesti S. Melalui gelaran ini, pemerintah menjembatani aspirasi masyarakat langsung dengan pembuat kebijakan dalam suasana diskusi yang sehat, informatif, dan solutif.

Dalam pemaparannya, M. Misbah mengupas secara komprehensif berbagai aspek potensi yang dimiliki Takalar, mulai dari manajemen budidaya ikan air payau, optimalisasi kawasan tambak, hingga strategi pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. Menurutnya, secara geografis Takalar memiliki posisi yang sangat kuat dan prospektif dalam peta konstelasi sektor budidaya perikanan di wilayah Sulawesi Selatan.

“Pengembangan sektor ini tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar volume produksi hasil tangkapan atau budidaya, melainkan sebagai strategi makro untuk membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelas M. Misbah saat menjadi narasumber.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memberikan intervensi dan dukungan nyata melalui berbagai skema pembinaan intensif, pendampingan teknis tata kelola, hingga penguatan kapasitas kelembagaan bagi para pembudidaya. Hal ini dilakukan agar ekosistem perikanan di Takalar mampu tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.

Namun demikian, keberhasilan pengembangan sektor ini juga sangat bergantung pada respons positif dan kesiapan adaptif dari masyarakat serta para pelaku usaha. Pemerintah mengharapkan pelaku usaha berani menerapkan metode budidaya yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan agar dapat menangkap peluang emas ini secara cerdas.

Selain membahas peluang, tantangan nyata di lapangan pun turut diakui dan dibahas, di antaranya dampak perubahan iklim global, degradasi kualitas air, serta fluktuasi harga pasar yang dinamis. Berbagai isu krusial ini menjadi perhatian utama yang perlu diantisipasi dan dicarikan solusinya secara bersama-sama demi menjaga stabilitas produktivitas serta daya saing produk perikanan Takalar di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran program “Takalar Cepat Menyapa” ini dinilai sangat efektif sebagai instrumen komunikasi publik yang transparan. Melalui saluran dialog dua arah ini, sekat birokrasi dicairkan; masyarakat tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi berhak mendapatkan informasi valid langsung dari narasumber, sekaligus dapat menyampaikan aspirasi, kritik konstruktif, maupun pertanyaan terkait kebijakan yang diterapkan.

Menutup kegiatan, Pemerintah Kabupaten Takalar menyampaikan optimisme tinggi. Diharapkan, melalui sosialisasi ini semakin banyak elemen masyarakat yang paham akan potensi besar sektor kelautan dan tergerak untuk ambil bagian dalam pengembangannya. Sinergi dan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas diyakini akan mampu menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai lokomotif utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

Pos terkait