Viral di Medsos, Mayat Diangkut Grab Pulang Sendiri di RS Syekh Yusuf, Begini Tanggapan dr Darwis Makka SpM

0
3187

SULSELBERITA.COM. Gowa - Sebuah Vidio yang beredar di media sosial tengah viral, terkait adanya pasien meninggal dunia di RSUD Syekh Yusuf Gowa yang diduga mayatnya tidak mendapat pelayanan mobil jenazah untuk diantar pulang kerumah duka.

Kejadian ini pun memantik pihak Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa angkat bicara dan memberi klarifikasi, “bahwa pasien tersebut masuk ke IGD pada jam 13.30 siang sudah dalam keadaan meninggal” terang Badollahi dan turut diamini oleh H Taslim selaku kehumasan pihak rumah sakit, Senin (06/04/2020).

Menurutnya, setelah pihak keluarga pasien mengetahui jika korban tersebut sudah meninggal sehingga pihak keluarga pasien meminta kepada pihak rumah sakit agar dapat diberi mobil jenazah untuk digunakan mengantar jenazah ke rumah duka.

Advertisement

Namun pihak rumah sakit, sebelumnya telah menyampaikan kepada pihak keluarga pasien yang meninggal jika pada saat itu mobil jenazah di rumah sakit ada 2 unit tersedia, dimana mana saat itu satu unitnya telah dipakai mengantar jenazah ke Malino dan satu unitnya lagi ada standby di rumah sakit,” ungkap Badollahi pada media ini.

Baca Juga  Jagokan Prof Andalan, Ketua PSI Pangkep Mengajak Rival Bertarung Dengan Prestasi

Menyikapi hal tersebut, ketua Ormas Garda Nusantara kab. Gowa  Darwis Makka SpM,    sekaligus praktisi kesehatan ini angkat bicara.

"Mencermati video yang beredar di medsos tentang mayat yang diangkut pakai grab dari RS Syekh Yusuf dan membaca alibi klarifikasi pihak RS, saya sebagai masyarakat Gowa an ketua Ormas Garda Nusantara Gowa sekaligus praktisi kesehatan yang pernah tugas di RS Syekh Yusuf kurang lebih 5 tahun dan juga lama menjadi direktur RS Buton dan RS Takalar, tentunya saya bisa memberikan sedikit tanggapan serta pandangan". Ujarnya.Senin, (6/4/2020).

"Saya ada pengalaman tahun 2015 di Buton kasus seperti ini,,mobil jenazah RS Sementara dipakai keluar kota, sementara mobil ambulance yang lainnya juga sementara  merujuk pasien, nah saat itu ,ada pasien meninggal yang di rawat di RS,, keluarga pasien ribut dan mereka mau tandu pulang, setelah saya dapat laporan dari staff, lalu saya suruh saja mereka pakai mobil direktur RS angkut itu jenasah,, dan alhamdulillah masalahnya selesai". Ungkap mantan Ditektur RS Buton ini.

Baca Juga  Johan Nojeng Kunci Kursi Terakhir Dapil 1, PBB Sukses Dudukkan Dua Calegnya di DPRD Takalar

Lanjut dikatakan Darwis Maka, "Ini persoalan simple saja, tidak perlu aa masalah yang seperti ini, dan akhirnya masyarakat tenang mi juga, Jadi fungsi RS itu kuratif memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sinaran oleh promotif, preventif,.apalagi  kalau RS  pemerintah fungsi sosial harus berimbang, kuratif membuat orang sakit menjadi sehat, sesuai dengan standar RS yang dimiliki". Jelas Darwis Makka lagi.

"Dalam pelayanan terkadang kasus seperti itu bisa terjadi, ,pasien meninggal,, muncullah persoalan sosial tentang mayat yang mesti di pulangkan oleh keluarganya, maka fungsi sosial RS melakukan komunikasi, koordinasi dan eksekusi dengan mobil jenazah, tentunya pihak RS  harus memanage untuk mengantisipasi hal tersebut".Jelas Darwis Makka lagi.

"Dengan adanya kasus ini, marilah kita sama sama interopeksi dan memperbaiki pelayanan di RS kebanggaan kita orang Gowa, komunikasi dan edukasi diperbaiki lagi, ,koordinasi kepihak pihak terkait sangat penting, jadi saat eksekusi semua orang bisa terima, kasian masyarakat kita yang lagi susah hidupnya karena Covid19 ini, tentunya pastilah mudah tersinggung dan mudah marah, marilah kita bijak saling memahami dan memperbaiki semua kekurangan pelayanan kepada masyarakat". Tutup mantan Kadis Kesehatan Buton ini.

Baca Juga  Optimis Dominasi Takalar, Patma Rapikan Basis Polongbangkeng
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here