Aktifitas Rindam IX /Udayana Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H

15

SULSELBERITA.COM. Bali - Menyambut bulan suci ramadhan 1445 Hijriah tahun ini, Resimen Induk Kodam IX/Udayana (Rindam IX/Udayana) melakukan berbagai aktifitas ibadah sebagai wujud syukur dan kecintaan kepada Allah SWT

Sebagai pusat pendidikan dan latihan penghasil parjurit yang profesional, handal, berkualitas dan memiliki militansi yang tangguh serta dicintai rakyat tentunya harus dibarengi dengan sikap moral dan spritualitas yang tinggi

Di bulan yang penuh rahmat ini para prajurit dan seluruh jajaran Rindam IX/Udayana pun berlomba meraih keberkahan dan pahala sebagai umat muslim yang baik dan taat. Terlihat suasana H - 1 mereka memulai dengan doa bersama menyambut bulan Suci Romadhan.

Malam harinya, dilaksanakan Teraweh berjamaah dan Tadarus seusainya. Bahkan setiap Sholat wajib berjamaah ba'da dzuhur dilantunkam Asmaul Husnah. Tentunya suasana religius ini tak lepas dari teladan pimpinannya

Kolonel Inf Wirawan Eko yang saat ini diamanahkan sebagai orang nomor satu di Makorindam adalah Perwira jebolan Akmil 96 yang dikenal taat beribadah dan menjunjung tinggi nilai kedisiplinan kepada bahwahannya. Perwira tiga melati yang sempat mengenyam pendidikan Komando di Batujajar itu patut diacungkan jempol.

Saat diminta tanggapan tentang kondisi saat bulan ramadhan dan toleransi beragama disela aktifitas ibadahnya, Kolonel Wirawan mengukapkan jika bertugas di wilayah Tabanan Prov.Bali ini memang perlu mengedepankan toleransi tanpa mengurangi nilai ibadah dengan saling menghargai antar pemeluk agama

"Alhamdulillah umat beragama lainnya menghargai, seperti pada malam nyepi atau hening kami juga ikut mamatikan listrik, internet, tv, tokoh tokoh tutup, aktivitas tidak ada di jalan sepi. Begitu pula saat umat Islam teraweh di masjid asrama lampu masjid terbatas peneranganya dan penggunaan pengeras suara tidak digunakan" Ungkap Wirawan, Selasa 12/03/2024

Wirawan Eko pun memastikan bahwa suasana beribadah ditengah perbedaan keyakinan didaerah berjuluk pulau Dewata ini tak mengurangi nilai kekhusukaan dan pahala dalam beribadah, bahkan menurutnya ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi prajurit muslim disini untuk menguji keyakinanya

Terakhir Kolonel yang mahir di bidang Infanteri itu berpesan agar hidup yang singkat ini tetap menjalani profesi secara profesional sebagai wujud Hablum minannas dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai Hablum minallah.

"Kami tetap beraktifitas seperti biasa disini, menjalani profesi prajurit secara profesional dan beribadah kepada Tuhan sesuai keyakinan. Ini sebagai wujud Hablum minannas dan Hablum minallah" Ucapnya sambil tersenyum ramah.