Ketua Komisi Pemilihan OSIS Angkat Bicara Terkait Tuduhan Pilketos Di SMAN 5 Takalar Yang Terkesan Terburu buru

356

SULSELBERITA.COM. Takalar - OSIS SMAN 5 Takalar melangsungkan Pemilihan Calon Ketua OSIS pada 6 Maret 2024, setelah sebelumnya melaksanakan Musyawarah Besar pada 16 Februari 2024.

Proses musyawarah hingga Pemilihan tersebut dinilai terlalu terburu-buru oleh Mantan Ketua OSIS periode 2021. Dikutip dari sulselberita.com, Dia menyampaikan statement bahwa

"Seyogyanya ada tahapan bakal calon sebelum naik menjadi calon, lalu ada masa kampanye yang leluasa, dan diakhir ada tahapan perhelatan adu gagasan seperti Visi dan Misi (Debat) dihadapan siswa (i) agar proses ini benar-benar matang"

Apa yang disampaikan oleh Mantan Ketua OSIS periode 2021 tersebut tidaklah tepat. Pasalnya, Pemilihan Ketua OSIS periode 2024-2025 telah memenuhi seluruh regulasi dan tahapan yang berlaku. Para Calon Ketua OSIS menutup seluruh tahapan tersebut dengan memaparkan Visi Misi masing-masing, di hadapan seluruh Siswa-siswi, Kepala sekolah dan guru beserta staf SMAN 5 Takalar

Ketua Panitia Pemungutan Suara mengatakan, "Kami telah memenuhi seluruh tahapan pemilihan mulai dari seleksi administrasi hingga saat ini, proses pemungutan suara. Seluruh Kandidat juga telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku dan melaksanakan tahapan terakhir dengan memaparkan visi misi di hadapan seluruh warga SMAN 5 Takalar".

Pembina OSIS SMAN 5 Takalar periode 2023-2024 juga menambahkan alasan mengapa penyampaian visi misi tidak dirangkaikan dengan debat, "karena SMAN 5 Takalar saat ini memberlakukan Full Day School, sehingga Siswa dan Siswi hanya berada di sekolah pada hari Senin sampai Jum'at, waktu untuk menggelar debat sangat terbatas dan tidak mungkin Kami mendatangkan seluruh siswa pada akhir pekan untuk kegiatan debat". Tidak lanjut di hari Senin karena siswa kelas XII juga melangsungkan kegiatan Last Ceremony dan tersisa beberapa hari untuk persiapan bulan Ramadhan yang harus segera dilakukan perekrutan pengurus dan Pelantikan agar tidak kembali terjadi proses pelantikan yang mencapai bulan April. Perlu di ketahui bahwa, ini bukan kegiatan yang bikin nafas sesak tapi justru untuk menstabilkan periode kepengurusan yang sesuai dengan peraturan yang seharusnya bahwa 1 periode berakhir di Desember. "Jika ada yang mengatakan ini menyesatkan, silahkan datang ke sekolah dan cek langsung bukan sekedar membuat fiksi yang di sebut Fitnah