Mengenal Kiprah dan Sosok Kades Tamalanrea Dari Cerita Warga

21

SULSELBERITA.COM. Selayar – Desa Tamalanrea merupakan salah satu dari dua belas desa dan kelurahan yang secara administratif terletak di wilayah Pemerintahan Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan.
Wilayah yang didiami oleh kurang lebih 1.731 jiwa ini, sepenuhnya menggantungkan ekonomi serta kehidupan keluarga dari hasil berkebun dan bertani.
Kepala Desa Tamalanrea, Awaluddin, S.s yang belum lama ini, disambangi oleh wartawan di ruang kerjanya, secara tegas dan lugas memaparkan serapan potensi wilayah desanya yang tercatat merupakan penghasil jambu mente terbesar di seluruh wilayah daratan dan Kepulauan Selayar.

Tidak tanggung tanggung, dalam sekali musim panen, hasil perkebunan jambu mente di wilayah tersebut, bisa mencapai seratus limah puluh ton dalam setahun.

Awaluddin bahkan dengan percaya diri menyebut, hampir setiap selesai musim panen, petani dari kampung tetangga, rutin menjadikan Desa Tamalanrea sebagai titik kumpul untuk memasarkan komoditi jambu mente milik mereka, ke pengusaha dan pedagang pengumpul yang terdapat di wilayah itu.

Baca Juga  Anggota DPRD Takalar Fraksi PKS Ahmad Jais Desak Pemda Takalar Mempercepat Pembayaran Gaji Guru TK TPA

Didiami oleh kurang lebih sepuluh orang pedagang pengumpul jambu mente, membuat Desa Tamalanrea tak pernah sepi dari aktivitas transaksi ekonomi.

Namun sayang, karena pada bulan bulan tertentu, petani harus rela menjual komoditas jambu mente milik mereka di bawah standar harga dengan mempertimbangkan persoalan tingginya kadar air dan pembusukan sebagian buah jambu, akibat curah hujan tinggi yang biasanya berlangsung pada medio bulan Desember tahun berjalan.

Kondisi ini, kata Awaluddin, biasanya berlangsung antara bulan Desember hingga bulan Februari.

Petani harus merugi selama hampir kurang lebih tiga bulan sebagai akibat dari terus merosotnya harga jambu mente.

Beruntung kata dia, selama ini petani cukup merasa terbantu oleh kehadiran kredit usaha rakyat (KUR) sebagai salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.

Meski demikian, Awaluddin tak lantas berpangku tangan. Layaknya seorang pemimpin yang peka dan peduli akan kepentingan rakyatnya, sosok kepala desa yang dilantik secara resmi pada tahun 2018 tersebut, terus mendorong peningkatan ekonomi dan kemajuan pembangunan wilayahnya dengan menghadirkan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat mulai dari fasilitas jalan tani, sumur bor, dan tiga unit bak penampungan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya.

Baca Juga  Bersama Gugus Tugas Covid-19 Kec.Marbo, Bhabinkamtibmas Lakukan Pengukuran Suhu Tubuh dan Penyemprotan pada Pengendara yang Melintas Depan Posko

Pihaknya berharap agar langkah ini dapat diimbangi oleh pemerintah kecamatan, untuk secepatnya bisa merealisasikan program bumdes bersama, melalui fasilitasi bantuan PNPM, senilai kurang lebih lima milyar rupiah.

Sebuah rangkaian kebijakan yang kedepan diharapkan bisa menggerakkan ekonomi rakyat di tengah luasan hamparan perkebunan jambu mente milik warga.
Titipan harapan ini disampaikan Awaluddin sebagai bukti kepekaan, kepedulian dan keberpihakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

Sikap dan karakter kepemimpinan yang kemudian turut diaminkan, Husa, salah seorang warga Desa Tamalanrea yang ditemui secara terpisah oleh wartawan di rumah kediamannya.

Warga petani berusia kurang lebih tujuh puluhan tahun itu menjelaskan, selama hampir lima tahun memimpin Desa Tamalanrea, Awaluddin dikenal sebagai sosok kepala desa merakyat yang supel dan kerap membaur dengan masyarakat.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Pattallassang Rutin Sambangi Masyarakat Binaan

Menurut sepengetahuan kami, kepala desa kami orangnya baik, dan sangat peduli terhadap masyarakat.

Bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap masyarakat, telah banyak ditunjukkannya selama lima tahun memimpin Desa Tamalanrea.

Beberapa diantaranya dituangkan melalui program pembangunan akses jalan tani, sumur bor, dan bak penampungan air.

Bahkan pemerintah desa juga telah merencanakan untuk membangun jaringan instalasi pengairan kawasan perkebunan dan pertanian.

Dia tidak sedikitpun memiliki cacat. Apalagi untuk dicela, terangnya.
Senada dengan warga, Kepala sekolah Taman Kanak-kanak Desa Tamalanrea, Andi Agustini Diong menuturkan, Awaluddin, tak hanya dikenal sebagai pribadi yang baik dan terbuka.
Akan tetapi, dia juga adalah tipikal pemimpin yang cerdas, pintar, dan inovatif, kunci Agustini, saat dimintai tanggapan oleh wartawan. (Andi Fadly Daeng Biritta)

BAGIKAN