Terjadi Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Takalar Lakukan 7 Langkah ini

315

SULSELBERITA.COM. Takalar - Memasuki pertengahan musim penghujan Tahun ini, beberapa kasus DBD sudah mulai muncul, hal ini tentunya membutuhkan penanganan serius, agar DBD tidak mewabah dan makin meluas.

Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Takalar (Dinkes) mengambil langkah cepat dalam mencegah terjadinya peningkatan DBD di tengah tengah masyarakat.

Advertisement

Langkah apa saja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Takalar terkait Peningkatan Kasus DBD tersebut:
1. Melakukan koordinasi dengan rumah sakit terkait kasus yang ditangani dengan Dx DBD
2. Meneruskan ke masing masing wilayah Kerja PKM untuk di PE + 3M Plus
3. Melakukan fogging fokus berdasarkan rekomendasi dari PKM dan hasil PE.
4. Melakukan penyampaian informasi terkait DBD pada saat Fogging fokus
5. Menindaklanjuti surat edaran Kemenkes terkait kesiapsiagaan atas peningkatan kasus DBD ke PKM, Camat, Desa (terutama yang  ada kasus).
6. Menyampaikan ke pengelola agar koordinasi dengan linprog ditingkatkan dalam abatesasi dan penyampaian informasi kemasyarakat terkait DBD.
7..Melakukan penyuluhan pada saat safari jumat.

Baca Juga  Polda Sulsel Release Penganiayaan Orang Tua Jompo di Gowa

Langkah langkah yang diambil oleh pihak Dinas Kesehatan Takalar tersebut, di sampaikan langsung oleh Kadis Kesehatan dr.Nilal Fauziah kepada awak media ini.

"Ada 7 langkah yang kami lakukan, seperti yang ada di atas untuk menghadapi dan mengantisifasi terjadinya peningkatan kasus DBD, khusus untuk Fogging, kami terkadang terkendala oleh cuaca, dimana kadang kita sudah rencanakan waktu dan tempatnya, tapi tiba tiba turun hujan, karena Fogging tidak berfungsi kalau hujan". Jelas Nilal melalui Aplikasi Whattshapp. (Sabtu, 2/2/2019).

Melalui kesempatan ini, kepala Dinas Kesehatan menghimbau cara yang paling efektif mencegah DBD, dimulai dari rumah sendiri dari diri kita sendiri dengan memberantas sarang nyamuk serta menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, dan yang paling penting di setiap rumah ada salah seorang anggota keluarga dapat menjadi juru pemantau jentik.

Baca Juga  Safari Sholat Subuh bersama Dandim Solo di Masjid Pondok Pesantren Al - Ikhsan
Advertisement
BAGIKAN