Suplay Air ke Pelanggan Berkurang, Begini Klarifikasi Pihak PDAM Takalar

0
1489

SULSELBERITA.COM. Takalar -  Memasuki musim kemarau tahun ini, membuat suplay air PDAM ke pelanggang mulai terganggu, sehingga mengakibatkan banyak warga atau pelanggan yang mengeluh karena tidak mendapatkan jatah air bersih dari PDAM Takalar, hal tersebut lalu di sikapi oleh ARMADA (Aspirasi Rakyat Mahasiswa dan Pemuda) yang melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PDAM Takalar. (rabu, 17/10/2018).

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut beberapa point, diantaranya meminta agar PDAM lebih tanggap menghadapi musim kemarau tahun ini, mendesak pihak PDAM Takalar memberikan hak hak pelanggan, mendesak Dirut PDAM Takalar Mundur karena dianggap tidak mampu menahkodai PDAM,  dan meminta agar pihak PDAM mencarikan solusi atas masalah kekurangan air yang terjadi.

Dirut PDAM Takalar Jamaluddin.SE Dg Nombong, yang di konfirmasi terkait hal tersebut, menjelaskan, "Kekurangan air PDAM itu semata mata karena faktor alam, debit air yang sangat kurang di musim kemarau ini, mengharuskan kami bekerja keras, bahkan sampai malam menjaga air yang masuk ke sumur penampungan PDAM lalu mengolahnya, jadi ini murni faktor alam, dan ini bukan saja terjadi di Takalar, hampir seluruh kabupaten mengalami hal seperti ini sekarang". Jelas dirut PDAM ini.

Baca Juga  Kepala Kemenag Takalar Bersama Pengurus DWP Kemenag Hadiri Peringatan Hari Ibu

Habibi Yahya Kasubag Kas dan Penagihan PDAM Takalar  yang di konfirmasi terkait tudingan terhadap pimpinannya yang dianggap tidak becus bekerja, malah membantah dengan keras terhadap  tudingan tersebut.

"Dirut PDAM Takalar  itu luar biasa sekali bagi kami,  karena Dirut PDAM  selama dilantik, beliau langsung bekerja dan selalu ikut ke lapangan memantau pekerjaan para pegawai, .Beliau sangat luar biasa bagi kami, apalagi dalam keadaan PDAM seperti ini, beliau terkadang tidak tidur semalaman bersama-sama pegawai  memantau debit air. Bagi kami beliau tipe pemimpin pekerja keras, jadi kalau soal tuduhan tuduhan  tentang beliau tidak bekerja itu sama sekali tidak benar". Jelas Habibi (Rabu, 17/10/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh syamsuar, Kasubag produksi PDAM Takalar, dirinya juga ikut membantah kalau pimpinannya tidak becus bekerja, "Pimpinan kami sangat bagus dan sudah maksimal bekerja, kadang mulai dari pagi sampai malam tetap bekerja selama musim kemarau ini, semua itu semata mata untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Takalar, hampir setiap malam kami keluar mencari sumber air untuk dialirkan ke sumur penampunga. agar bisa menambah debit air PDAM, jadi sekali lagi, tidak benar kalau pimpinan kami tidak becus, malah sangat maksimal dalam bekerja, ini faktor alam yang tak bisa kita elakkan". Tutupnya.

Baca Juga  Lahirnya Sebuah Forum "Diskusi Galesong" Viral Di Kalangan Elite dan Masyarakat Takalar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here