HMPG Gelar Temu Wicara Karaeng Bontomarannu

0
284

SULSELBERITA.COM. Takalar - Bertempat di Aula Kantor Camat Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Himpunan Mahasiswa Pemuda Galesong menggelar Temu Wicara Karaeng Bontomarannu. Ahad, 9/9/2018. Siang.

Karaeng Bontomarannu adalah titik tumpu sejarah kebesaran Galesong dan Takalar sebagai satu entitas penting dalam pergulatan sejarah dan harga diri kebangsaan. Baginya penjajahan di muka bumi haruslah dihapuskan, oleh karena itu penolakannya terhadap perjanjian Bongaya menandai bahwa segala macam kompromi terhadap penjajahan merupakan langkah buruk dalam perjuangan.

Menurut Mursalim selaku ketua panitia mengatakan terlaksananya kegiatan ini sebagai upaya memunculkan nilai-nilai luhur dan perjuangan para pahlawan kita melawan penjajahan. VOC.

"Kita kehilangan jejak heroisme Karaeng Bontomarannu. Jadi saat berdiskusi dengan para tokoh masyarakat, lahirlah ide temu wicara ini" ujar pemuda Galesong yang akrab disapa Salim.

Baca Juga  Taman Kota Gelap Saat Malam Hari, Ternyata Kabel Listriknya Sudah Dua Kali Di Curi

Temu wicara ini dihadiri oleh Camat Galesong Selatan, Perwakilan Polsek Galesong Selatan, Keluarga Keturunan Karaeng Bontomarannu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Galesong Selatan.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ince Hadiy Rachmat selaku moderator dan Syahrul Alfarabi, M.Pd selaku pemantik diskusi.

*Hasil Diskusi Merekomendasikan Pembentukan tim perampung naskah sejarah Karaeng Bontomarannu untuk penyelenggaraan seminar mendatang*

Karaeng Bontomarannu dalam pasal perjanjian Bongaya adalah salah seorang yang harus diserahkan Sultan Hasanuddin selaku Raja Gowa kala itu kepada VOC. Dalam sejarah dikenal sebagai Panglima Peran Laut Raja Gowa sejak pemerintahan Sultan Malikussaid hingga Sultan Hasanuddin.

Heroismenya dalam sejarah begitu dikenal sebagai panglima peran yang paling ditakuti oleh lawan-lawan Kerajaan Gowa dan VOC.

Karaeng Bontomarannu telah melawan VOC Belanda hingga titik darah penghabisan, tiada lain yang ditolaknya adalah segala bentuk penjajahan dan monopoli.

Baca Juga  Sinergitas Dinkes dan Dinsos Takalar Tangani Warga Miskin yang Sedang Sakit

Dengan demikian upaya pengingatan kembali atas nama besar Karaeng Bontomarannu dan sejarah perjuangannya dapat dimaknai sebagai prinsip nasionalisme yang kuat bagi bangsa Indonesia. Olehnya itu dalam temu wicara yang berlangsung hingga sore itu merekomendasikan pembentukan tim peneliti dan penyusun naskah sejarah Karaeng Bontomarannu.

"Semua telah sepakat untuk mendorong terimplementasikannya nilai-nilai dan semangat yang diwariskan Karaeng Bontomarannu dalam tubuh masyarakat. Maka dari itu, Insya Allah kita akan melaksanakan Seminar Nasional Karaeng Bontomarannu dalam waktu dekat ini" pungkas Mursalim.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here