Lapas Takalar Bekali Petugas dengan Keterampilan Penanganan Darurat

Hardiknas 2026, Bupati Takalar - sulselberita

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar —  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar gelar pelatihan penanganan kegawatdaruratan medis melalui edukasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Senin (18/5). Kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam memberikan pertolongan pertama saat kondisi darurat.

dr. Sri Ayu Lestari Wulandari selaku pemateri kegiatan mengatakan pelatihan ini merupakan upaya optimalisasi penanganan kegawatdaruratan medis guna meningkatkan kesiapsiagaan petugas melalui pelatihan BHD. “Kegiatan ini sangat penting untuk menambah pengetahuan dan keterampilan petugas, khususnya dalam pertolongan pertama pada orang dengan henti jantung guna untuk mengurangi angka mortalitas,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Hardiknas - Kepala Dinas Pendidikan Takalar

Ketua DPRD Takalar

Selamat Hardiknas -Sekwan DPRD Takalae - Sulselberita

dr. Ayu berharap adanya pelatihan BHD ini makin meningkatkan rasa kemanusiaan untuk saling membantu sesama serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. “Saya juga berharap pelatihan ini menjadi habituasi. Bukan hanya untuk petugas, tapi juga untuk Warga Binaan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan jketerampilan ini merupakan pengetahuan umum yang harus dimiliki petugas mengingat tugas Pemasyarakatan bersinggungan langsung dengan Warga Binaan yang di dalamnya terdapat potensi kecelakaan dan situasi darurat. “Kami ingin memastikan dalam situasi kritis, sebelum petugas medis tiba, petugas sudah memiliki kesigapan dasar. Ini bentuk kepedulian kita kepada sesama,” jelasnya.

Andi mengajak semua petugas untuk peduli dengan hal-hal yang menyangkut kesehatan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar, serta terus meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat demi terciptanya pelayanan dan lingkungan kerja yang aman dan sehat. “Edukasi semacam ini bukan hanya harus dipahami oleh seluruh petugas, tapi juga Warga Binaan nantinya,” tandasnya.

Salah seorang petugas, peserta kegiatan, Mursadi, mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi dirinya

“Kami bisa tahu tindakan apa saja yang bisa dilakukan ketika terjadi situasi kritis. Ini akan menjadi bekal yang penting,” ujar Mursadi.

Pos terkait