SULSELBERITA.COM. Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar melakukan kunjungan kerja ke kediaman Konsul Jenderal Australia untuk Makassar, Mr. Todd Dias, di Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kemitraan strategis di bidang pengolahan hasil bumi, perekonomian, dan teknologi.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Takalar dan Mr. Todd Dias membahas sejumlah rencana kerja sama yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Takalar.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan riset dan pengolahan rumput laut. Sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia, Takalar berpotensi dikembangkan menjadi pusat inovasi komoditas ini. Dukungan keilmuan dan teknologi dari Australia diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil panen serta kesejahteraan para petani lokal.
Selain itu, sektor ketahanan pangan juga menjadi perhatian bersama. Kedua pihak menjajaki kerja sama dalam pengembangan usaha peternakan sapi, meliputi penerapan cara beternak yang lebih modern, pengelolaan pakan yang efisien, hingga perbaikan kualitas genetik ternak mengacu pada standar yang diterapkan di Australia.
Kerja sama juga direncanakan meluas ke sektor teknologi informasi. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pembangunan pusat data (Data Center) di Takalar. Posisi geografis daerah ini dinilai sangat mendukung untuk mengembangkan infrastruktur digital yang dapat menunjang kemajuan teknologi di kawasan Sulawesi Selatan.
Hubungan Sejarah Ratusan Tahun
Di sela pembahasan rencana kerja sama masa depan, Bupati Takalar juga mengenang jejak sejarah yang telah menghubungkan kedua wilayah sejak berabad-abad silam. Diceritakan bahwa jauh sebelum batas negara ditetapkan seperti sekarang, para nelayan dari Takalar dan sekitarnya telah berlayar jauh menggunakan perahu pinisi hingga ke wilayah Arnhem Land, Australia bagian utara, untuk mencari teripang.
Kegiatan perdagangan tradisional ini telah berlangsung sejak abad ke-18 dan melahirkan interaksi budaya yang damai serta saling menghormati dengan masyarakat adat Aborigin setempat.
Mr. Todd Dias menyambut baik seluruh usulan kerja sama yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa ikatan sejarah yang telah terjalin selama ratusan tahun ini menjadi dasar yang kokoh untuk membangun kemitraan masa depan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.






