Rayakan Maulid Nabi Di tempat Diskotik, Claro Hotel Kendari, Coreng Kelahiran Nabi Muhammad

97

KENDARI- Koalisi Aktivis dan Masyarakat Sulawesi Tenggara akan menggelar aksi didepan Claro Kendari, Menuntut Agar Claro Kendari bertanggung jawab atas dugaan penistaan agama yang dilakukan pihak manajemen terkait. Hal itu di ungkapkan oleh Angry Sultra bahwa dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Managament claro Kendari.

“Dengan adanya dugaan penistaan agama atas perihal perayaan kelahiran Nabi muhammad atau yang lebih di kenal Maulid Nabi Muhammad SAW. Yang di selenggarakan oleh Managament Claro Hotel Kendari yang mana perayaan tersebut dirayakan di tempat yang tak seperti biasanya,” ungkap Angry sultra pada media ini pada Senin, (31/10/2023).

Advertisement

Angry Sultra juga menjelaskan bahwa hal tersebut yang membuat sejumlah kalangan pemuda muslim sulawesi tenggara yang tergabung dalam koalisi aktivis Masyarakat Sulawesi Tenggara, Geram atas perihal tersebut.

“Bagaimana tidak, sebagai umat yang beragama islam dalam menyebut nama Nabinya saja itu sangat di agungkan, apa lagi cara menyanjungnya dalam bentuk perayaan hari lahirnya, Namun hal yang beda yang di lakukan oleh Managament Claro Hotel Kendari, alih alih menghargai justeru pihak Management Claro Hotel Kendari malah menunjukan sikap dalam perayaan Kelahiran Nabi Muhammad dengan tidak mempertimbangkan efek buruknya,” jelasnya.

“Tentu saja hal itu membuat sejumlah Muslim yang mendiami bumi Anoa sultra ini menjadi geram atas perihal yang di lakukan pihak management Hotel Kendari dengan merayakan Maulid Nabi Muhammad di tempat di diskotik D'Liquid di mana di tempat tersebut acap kali di gunakan para penari dan menggunakan pakean tak senonoh, dugem dan mabuk mabuk mabukan,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihak Management Claro Hotel Kendari di nilai tak menjunjung tinggi nilai nilai agama khususnya dalam hal ini agama islam, bukan saja terkesan tak mengahargai.

“Managament Claro Hotel Kendari juga terkesan Menista agam dengan menggelar Maulid Nabi di tempat Diskotik,” katanya.

Anggry juga menegaskan dengan aksi yang dilakukan itu adalah salah satu bentuk kritikan dan untuk mengetahui langsung tanggapan dari pimpinan management claro Kendari.

“Oleh karena itu kami yang tergabung dalam Koalisi Aktivis dan Masyarakat Sulawesi Tenggara. Akan bertandang ke Claro Hotel Kendari Guna bertemu langsung dengan pimpinan untuk mendengar langsung alasan perayaan Maulid Nabi yang di selenggarakan oleh pihak Mangament di tempat Diskotik. Sebab alasan dari pihak managament saat di konfirmasi tidak menunjukan sikap bersalah atas perihal itu, namun justeru yang benar seolah salah dan yang salah seolah benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Angry sultra mengatakan Maulid Nabi merupakan suatu tradisi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabul Awal.

Sebagai nabi dan rasul terakhir, momen kelahiran Rasulullah memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam di seluruh dunia.

Merayakan Maulid Nabi juga menjadi salah satu wujud rasa syukur umat muslim atas kehadiran Rasulullah sebagai rahmatan lil alamin.

Di momen mengungkapkan rasa syukur Maulid Nabi, biasanya umat Islam merayakan dengan melakukan berbagai hal untuk mengenang Rasullah dan mendekatkan diri kepada Allah, di antaranya yaitu:

* Mengadakan majelis taklim
* Membaca sholawat
* Bersedekah
* Berbagi makanan
* Memperbanyak ibadah
* Membaca Al-Qur'an

“Beralasan faktor desakan waktu yang mendesak dan perihal lain, sehingga dengan nekat merayakan Maulid Nabi di tempat diskotik, tentunya jika tidak dapat merayakan tempat yang layak. maka bentuk perayaan Maulid Nabi bisa di ganti dengan kegiatan lainya seperti gambaran di atas, bukan justeru memaksakan merayakan di tempat diskotik yang mana tempat tersebut merupakan tempat Dugem, Mabuk mabukan dan sering menjadi tempat menampilakan penari semi telanjang. Sehingga atas dasar ini kami nilai managament Hotel Kendari terkesan sengaja tanpa memikirkan dampak buruknya terhdapa pandangan masyarakat sulawesi tenggaara khususnya yang beragama Islam,” ujarnya.

Adapun tuntutan Aksi Dugaan Penistaan Agama Claro Hotel Kendari yaitu :

1. Meminta Pimpinan Claro Hotel Kendari meminta maaf secara terbuka di hadapan publikc dan di liput semua media yang ada di sulawesi tenggara, baik media, TV, Electronik, cetak dan Radio.
2. Meminta pihak Management Claro Hotel Kendari selaku pelaksana kegiatan untuk membuat surat kesepakatan di hadapan Publik untuk tidak mengulangi kejadian yang sama.
3. Meminta Management Claro Hotel Kendari untuk menggelar kembali Maulid Nabi Muhammad di tempat yang layak sebagai bentuk permintaan maaf terhadap masyarakat Muslim Sulawesi Tenggara, yang di hadiri seluruh media di sulawesi tenggara dan Koalisi Lembaga Pemerhati Daerah Sulawesi Tenggara.
4. Mendesak Pihak Hotel Claro untuk segera menghentikan dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yang berhembus di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara.

Sementara itu pihak Management Claro Hotel Kendari, Harmin saat di temui media ini menejelaskan bahwa kegiatan tersebut atas desakan waktu dan ruangan yang sudah full di dalam ruangan hotel claro sehingga melakukan kegiatan di Holl D’liquid claro Kendari.

“Inti kegiatan kemarin itu, yang pertama tidak ada tempat dan hari besar ini (Maulid Nabi) sudah lewat mi akhirnya permintaan management kita lakukan di sini (Holl D’liquid claro), ungkap harmin selaku perwakilan management claro pada Jumat (27/10/2023).