Ibunda Tak Hadir Dalam Acara Wisuda, Santri MIM di Makassar Buat Sedih Tamu Undangan

282

SULSELBERITA.COM. Makassar – Pondok Tahfiz Al Qur’an Markas Iman Malik besutan Ustadz Harman Tajang, menggelar Wisuda akbar santriwati Madrasa Aliyah dan Santriwan Madrasa Tahfiz Quran yang bertempat di Hotel Four point Makassar. Ahad, 4 Juni 2023

Kegiatan tersebut berlangsung pukul 8.00 Wita yang dihadiri perwakilan dari walikota Makassar, Kabag Kesra, Ketua Yayasan Ustadz Ahmad Subair, Kepala Sekolah MIM, Ustadz Faisal beserta tenaga pengajar dan jajarannya.

Advertisement

Wisuda pun diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati didampingi orang tua atau wali santri masing-masing. Awalnya acara berlangsung begitu hikmat, mulai dari sambutan-sambutan, pentas nazid dari santri, sampai penyerahan syahadah. Selanjutnya pemberian penghargaan kepada Wisudawan dan Wisudawati yang paling berprestasi.
Namun, ruangan tetiba berubah saat panitia memanggil seorang wisudawan untuk kepodium sebagai santri yang menginspirasi. Ruangan yang awalnya agak riuh berubah sunyi, para undangan terdiam. Terlihat sesekali MC mengusap pipinya seolah menyeka air mata. Suara master of ceremony itu pun terdengar peluh dan terbata-bata

“Kami Undang Ananda Andi Akzan untuk kedepan bersama ayahanda” Ujar MC terbata-bata

Saat itu seorang santri berbadan tinggi naik kepodium dan disusul seorang bapak paruhbaya berkursi roda yang dibantu pria berkacamata. Mc pun memperkenalkan jika Bapak itu adalah ayahanda dari Akzan, santriwan yang hari ini ikut dalam acara wisuda

Selanjutnya, MC menyampaikan kisah haru dari perjuangan Aksan, yang telah ditinggal ibundanya sejak sekolah dasar dan tinggal bersama ayahnya yang juga sakit dan tak bisa berjalan, beruntungnya, Aksan, masih memiliki saudara kandung yang mengurusnya

Kepala sekolah MIM, ustadz Faisal, yang diberikan kesempatan menceritakan kisah dan pengalaman dari siswanya itu pun memyampaikan jika santrinya saat ini adalah anak yatim dan saat ini pun berjuang menjadi penghafal untuk membahagiakan orangtuanya

“Ananda Andi Akzan, ini sudah ditinggal ibundannya sejak SD (meninggal dunia) dan saat ini ayahandanya pun lagi berjuang untuk sembuh dari sakitnya, namun ananda tetap semangat dan berusaha untuk menjadi penghafal Al Quran ” ungkap Ustadz Faizal sambil mengusap air matanya

Peristiwa itu pun membuat semua tamu dan santri yang ada diruangan tak mampu menahan airmatanya, terlihat banyak yang mengabadikan momen tersebut seraya memuji kegigihan, Aksan. Diatas panggung terlihat tiga orang saudara Aksan mendampingi ayahandanya sembari memberikan peluk cium

Sementara salah seorang wali santri mengapresiasi kajadian tersebut, menurutnya
Keharuan ini adalah bentuk motivasi yang diberikan pihak Tahfiz Al Quran Markas Iman Malik. Sekiranya fenomena ini bisa menginspirasi, jika saat ini masih banyak yang lagi berjuang dengan keterbatasan.

“Hidup perlu disyukuri, hari ini ananda, Aksan adalah santri yang tetap kuat meski tak lagi mendapatkan senyum dan peluk hangat seorang Ibu dihari kebahagiaannya. Kita dibuat sadar betapa pentingnya seorang Ibu” Ucap Ummu Hudzaifah salah seorang Ibu Wisudawan asal Takalar

Ia, melanjutkan jika saat semua santri larut dalam kebahagiaan, bekumpul dengan keluarganya, Aksan hanya bisa melantungkan hafalan dan doanya agar di kuatkan dalam menjalani hari-harinya.

‘Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua terkhusus anak-anak kita yang masih akan melanjutkan perjuangannya” Harap tenaga pendidik itu