6 Tahun Pembunuhan Perempuan Cantik Olivia Seftiani Liong di Palopo Belum Terungkap, Polisi Harus Profesional.

84

SULSELBERITA.COM. Makassar – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi alangkah bicara, akan mempertanyakan laporan/permohonan perlindungan hukum atas meninggalnya perempuan Olivia Seftiani Liong di polda dan ke Kejati Sulawesi Selatan,dimana Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia pernah menyurat kepada, Bapak Ketua Komnas Ham RI, Kapolri,Kejagung RI, Ketua Mahkamah Agung RI,Irwasum Mabes Polri, Kapolda,Kejaksaan Tinggi dan ke Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.

Surat Laporan/memohon perlindungan hukum yang ditujukan beberapa instansi terkait, baru Mahkamah Agung RI.yang membalas surat Lsm Gempa Indonesia,pihak kepolisian dan pihak Kejaksaan belum menjawab dan juga belum menindaklanjuti surat saya.

Dijelaskan oleh Kr.Tinggi,bahwa kami adalah sosial kontrol berkewajiban melaporkan dan memohon perlindungan hukum ,keadilan dan demi hak asasi manusia ,atas pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum polda dan diwilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dengan datangnya kakak kandung korban di Kantor DPP Lsm Gempa Indonesia memohon perlindungan hukum pada tanggal 30 Maret 2021 atas nama Syenni Laurance Liong,mereka kakak korban pembunuhan juga sudah jadi terpidan dengan kasus pencemaran nama baik dan melanggar Undang undang Informasi telematika elektronik (ITE) karena terduga pelaku pembunuh adiknya bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut pada kejaksaan Negeri Kabupaten Palopo di Pengadilan Negeri Palopo sampai ke Tingkat kasasi,sehingga terduga pelaku dapat melapor balik keluarga korban.

Baca Juga  Prihatin Kondisi Rumah Tak Layak Huni Milik Sepasang Lansia, Kapolres Takalar Turun Tangan Lakukan Bedah Rumah

Dijelaskan Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi kepada awak media bahwa kakak korban pembuahan didakwa oleh jaksa penuntut umum pada kejaksaan Negeri Makassar karena terduga pelaku pembunuh adiknya melapor kakak korban (Syenni Laurance Liong) dipolda Sulawesi Selatan hanya karena pernah memposting dimedia sosial terduga pelaku pembunuh adiknya pada saat polisi polres Palopo menangkap terduga pelaku pembunuh ( Sutomo Thungadi) dan sempat mendekam di tahan Polisi dan tahanan kejaksaan selama kurang lebih 8 bulan, terduga pelaku pembunuh Olivia Seftiani Liong bebas diseluruh tuntutan Jaksa Penuntut umum pada kejaksaan Negeri Kabupaten Palopo karena menurut kakak korban ( Syenni Laurance Liong) terduga pelaku Pembunuhan bebas dari segala tuntutan jaksa dipengadilan karena barang bukti berupa badik yang diduga digunakan oleh pelaku menikam hilang di tangan penyidik.

Menurut Amiruddin.SH seharusnya Sutomo Thungadi karena bebas dari segala tuntutan jaksa penuntut umum sampai ditingkat kasasi seharusnya yang bisa di tuntut adalah pihak kejaksaan dan pihak kepolisian,bukan melaporkan lagi keluarga korban pembunuhan ke polda hanya karena pernah memposting Sutomo Thungadi di medsos,saat ditangkap oleh polisi.

Baca Juga  Dinas Pertanian Takalar Terjun langsung ke Lapangan Bantu Atasi Kekeringan Lahan Warga di Polsel

Amiruddin tidak habis bertanya ada apa terduga pelaku pembunuh yang pernah ditangkap oleh polisi lalu ditahan,pihak kejaksaan pun ikut menahan kenapa tidak melapor polisi salah tangkap??? Ada Sutomo Thungadi dengan pihak polisi dan pihak Kejaksaan???.

Ditambahkan lagi oleh Amiruddin,bahwa dirinya akan mempertanyakan terkait suratnya laporannya kepolda dan ke kejati sulawesi selatan yang dikirim pada 19 April 2021,apakah pihak polda dan pihak kejati sulawesi selatan menindak lanjuti surat laporan tersebut.???.

Menurutnya surat nya diterima oleh pihak polda dan pihak kejaksaan Tinggi sejak tanggal 21 April 2021 sampai saat ini belum ada pemberitahuan kepada Lsm Gempa Indonesia,sementara pihak Mahkamah Agung sudah menjawab,atau paling tidak pihak polda dan pihak Kejati sudah membentuk tim pencari fakta atau memerintahkan Kapolres Palopo untuk untuk menyelidiki kembali siapa pelaku pembunuh Olivia Seftiani Liong tersebut.

Baca Juga  KH. T. ZULFIKAR ; Penyertaan BUMA Pasca Berakhirnya Kontrak Chevron Jadi Momentum Kebangkitan Riau

Ditambahkan lagi oleh Amiruddin.SH.Kr.Tinggi, selaku Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia,bahwa demi tegaknya hukum di Negara Republik Indonesia khususnya diwilayah hukum Polda dan di wilayah hukum Kejati Sulawesi selatan kedua lembaga tersebut harus membentuk tim khusus dalam menyelidiki siapa pelaku pembunuh Olivia Seftiani Liong,???. Ini pembunuhan,dan yang dibunuh adalah manusia,sementara pembunuhan terjadi di dalam kamar korban sendiri sementara yang bebas masuk dikamar pelaku adalah pacar korban sendiri,yang bebas dari segala tuntutan jaksa penuntut umum dipengadilan Negeri Palopo sampai ke Mahkamah Agung Republik indonesia,keluarga korban kebingungan dalam penegakan hukum,Olivia Seftiani Liong dibunuh kakak kandung jadi terpidana (Syenni Laurance Liong) dihukum 1 tahun percobaan dan didenda Rp.10.000.000( sepuluh juta rupiah) oleh Pengadilan Negeri Makassar,sekarang Jaksa Penuntut umum pada kejaksaan Negeri Makassar melakukan upaya hukum Banding kepengadilan Tinggi Sulawesi Selatan atas putusan tersebut.

Amiruddin Sh.Kr Tinggi Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia berharap kepada bapak Kapolda bapak Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan agar dapat membentuk Tim atas pembunuhan perempuan Olivia Seftiani Liong yang belum terungkap siapa pelaku sebenarnya tutupnya.

Rilis Amiruddin SH.Kr.Tinggi .

Advertisement
BAGIKAN