Begini Klarifikasi Terdakwa yang Diduga Pelaku Penipuan dan Penggelapan Uang 1,4 M di BPR Sulsel

0
349

SULSELBERITA.COM. Makassar - Menanggapi pemberitaan di beberapa media yang dalam beberapa hari terakhir ini melalui kuasa hukumnya FAHMI ACHNAN, SH dari kantor Hukum FA&P Law Office yang berkantor di Andra Hotel Panakukang, terdakwa Gary mengatakan bahwa banyak pemberitaan yang beredar kami nilai tidak dijamin kebenarannya.

"Terkait persoalan hukum yang di alami klien kami kalau merujuk pada pokok perkara klien kami didakwakan dengan pasal 55 ayat 1 ke 1 tentang ikut serta dalam kasus Penipuan dan penggelapan terhadap uang dari saudara Noor Ikhsan Suhada dan Rike Handrivany Burhanuddin senilai 1,4 M kalau melihat pada dakwaan jaksa penuntut umum, ada rangkaian peristiwa yang secara tidak langsung terputus" Jelas Fahmi.

Lanjut dijelaskan Fahmi, "Sebagaimana dalam buku R. Soesilo dalam yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dalam Pasal 55 KUHP. Menurut R. Soesilo, “turut melakukan” dalam arti kata “bersama-sama melakukan”. Sedikit-dikitnya harus ada dua orang, ialah orang yang melakukan (pleger) dan orang yang turut melakukan (medepleger)".

Baca Juga  Kapolsek Bajeng Bersama Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gowa Bongkar Paksa Panggung Hajatan Warga
Advertisement

"Klien kami didakwa sebagai (medepleger) dalam kasus ini, kami selaku kuasa hukum terdakwa sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang terlalu menyudutkan klien kami. Hal yang menimpa klien kami bukan murni karena sesuatu hal yang di awali oleh niat untuk menggelapkan uang dari saudara Noor Ikhsan Suhada dan Rike Andrivany Burhanuddin, yang dimana pada saat itu klien kami masih sekantor dengan saudara Noor Ikhsan Suhada, 1dan terdakwa Mahmud Ahmad (Pelaku Utama), saya hanya menaruh harapan kepada saudara Noor Ikhsan Suhada supaya lebih jujur dan Gentleman dalam menghadapi masalah ini". Papar Fahmi lebih jauh.

"Klien kami sudah mengalami kerugian besar dalam hal ini, karena 1 rupiah pun klien kami tidak menikmati dari uang sauadara Noor Ikhsan Suhada yang 1,4 M itu. "jangan terlalu banyak menumbalkan orang dalam hal ini Pak Ikhsan". Kami dari Kuasa Hukum Terdakwa FAHMI ACHNAN, SH , TEKAD FITRYANTO, SH, dan AKHMAR MARSAN, SH sampai hari ini masih optimis untuk membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah dalam kasus ini". Tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here