Jelang Pilkada, Tensi Politik di Konsel Memanas, Petahana “Dikeroyok” Ramai-Ramai, Kenapa…???

1037

SULSELBERITA.COM.Konawe Selatan - Tak dapat disangkal, saat memasuki tahapan Pilkada serentak 2020 pada 2019 lalu dukungan masyarakat Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) terbelah menjadi dua. Pertama kelompok yang mendukung calon Bupati petahana Surunuddin Dangga, dan kedua kelompok yang mendukung Irham Kalenggo. Terbelah duanya dukungan masyarakat tersebut membuat tensi politik di kota Andoolo itu memanas.

Bagaimana tidak, pada Pilkada Konsel 2015 lalu, Irham Kalenggo didapuk sebagai ketua tim pemenangan pasangan Surunuddin Dangga - Arsalim, dan berhasil memenangkan pasangan yang berjargon SUARA tersebut dengan persentase perolehan suara 38,01℅ atau 57.099 suara sah, dari 74,77℅ partisipasi pemilih. Kini, Irham Kalenggo dengan perangkat DPD II Golkar Konsel mengikabarkan bendera perlawanan terhadap sang petahana. Adu kekuatan antara kedua petinggi di Konsel ini membuat publik tercengang. Karena dimata masyarakat, Irham Kalenggo ibarat anak kandung sendiri. Banyak yang menduga bahwa ada benang kusut yang terselip diantara kedua tokoh tersebut

Memasuki 2020, tensi politik di Andoolo kian memanas. Babak baru Konsolidasi telah dimulai. Para penantang baru bagi sang petahana pun mulai manampakan diri. Dukungan kepada kedua kubu semakin terus mengalir. Namun, komunikasi personal Surunuddin dan Irham Kalenggo seolah memudar. Perebutan rekomendasi Partai Golkar disinyalir menjadi pemicu renggangnya komunikasi diantara Bupati dan Ketua DPRD Konsel ini.

Baca Juga  Irham Kalenggo Optimis Bisa Memenangkan Pemilukada Konawe Selatan

Ketua Poros muda Sultra, Jefri Rembaasa, mencermati, selain pasangan Irham Kalenggo - Beangga Harianto, ada pesaing baru bagi petahana yang benar - benar siap tarung yaitu pasangan Rusmin Abdul Gani - Senawan Silondae. Bahkan kedua Paket pasangan Cabup dan Cawabup tersebut mulai menggerus elektabilitas Cabup Petahana. Tak sampai disitu, kata Jefri, para kandidat putra asli Konsel itu, dielu - elukan masyarakat sebagai bom waktu yang siap meruntuhkan singgasana sang petahana

Menurut Jefri, hal utama yang membuat dukungan publik kepada Petahana tergerus bahkan mulai memudar adalah terkait konsistensi kebijakan Petahana yang kerap berbenturan dengan masyarakat. Sesal lain juga muncul karena sejumlah kebijakan Pemda Konsel yang tidak menangkap harapan serta berempati terhadap kondisi kaum muda dan mahasiswa. Hal itu bisa dilihat dari tidak konsistennya H. Surunuddin terkait pembangunan asrama mahasiswa., yang terkesan ingkar janji.

Baca Juga  Bertekad Membawa Perubahan Peradaban di Maros, Dr H Lukman Waris Kembali ke Tanah Kelahirannya

"Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan H. Surunuddin Dangga mengalami penurunan. Ini disebabkan oleh banyaknya janji politik 2015 yang tidak ditepati, salah satunya janji 1 Milyar rupiah per desa. Selain itu, beliau juga banyak menelorkan kebijakan yang tidak konsisten, mengurangi porsi dana ADD dan mengutamakan program yang berorientasi profit untuk golongan tertentu. Inilah yang memicu terjadinya krisis kepercayaan terhadap kinerja H. Surunuddin Dangga selama beberapa tahun terakhir, " ungkap Jefri dalam acara coffee morning bareng awak media di salah satu warkop di bilangan kota kendari, Sabtu 13/06/2020

Selain aksi demonstrasi, kekecewaan publik kepada pemerintahan H. Surunuddin Dangga, gencar disuarakan pada berbagai media sosial seperti Facebook dan diskusi Whatsapp Group. Tak tanggung - tanggung, di media sosial tersebut masyarakat konsel mencurahkan kekesalannya dengan mengusung surveillance bertema "GANTI BUPATI KONSEL, atas ungkapan rasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Surunuddin Dangga. Artinya, ini tidak hanya kerugian bagi tokoh tersebut dalam menjalankan konsolidasi Pilkada 9 desember mendatang, tapi juga menjadi kerugian bagi parpol pengusung utama.

Baca Juga  Pasangan NA ASS Diantar Ribuan Pendukung Dan Simpatisan Daftar Di KPU

"Di tengah dukungan publik yang terus menurun kepada Petahana, pasangan Rusmin Abdul Gani - Senawan Silondae dengan dukungan PDIP dan Partai Hanura hadir dengan kesiapan yang matang. Bahkan berhasil mencuri hati rakyat Konsel dengan melakukan berbagai kegiatan selama masa pandemi Covid-19. Begitupun dengan pasangan Irham Kalenggo - Beangga Harianto, yang sejak awal sudah menguat "ungkapnya.

Selain pasangan Irham Kalengo - Beangga Harianto, dan pasangan Rusmin Abdul Gani - Senawan Solondae, masih ada penantang petahana yang dinilai cukup berbahaya, yaitu Muh. Endang SA. Dimana, pada Pilkada 2015 lalu, perolehan suara sah Muh. Endang berada pada posisi kedua.

( H E N D R A )

BAGIKAN