Ketua PWI Takalar Kecam Penganiayaan Anak di Bawah Umur yang di Duga Libatkan Oknum Wartawan Online

381

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, terkait kasus penganiayaan anak dibawah umur yang diduga melibatkan seorang oknum wartawan online dikab.takalar, disikapi serius oleh Ketua PWI Takalar Maggarisi Sayye Dg Nyau.

Dilansir dari MPKNews.com, kasus yang menimpa AH (17 thn) tersebut, diduga terjadi didalam lingkup Mako Polres Takalar pada hari Selasa, (7/1/2020).yang lalu, mengakibatkan korban mengalami luka berdarah dibagian bibir  dari hantaman sendal kulit milik pelaku.

Bahkan korban juga mengaku mengalami sakit dibagian perut dan ulu hati akibat pukulan dan tendangan pelaku.

Terkait kasus tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Takalar pun ikut mengecam dan angkat bicara.

"Sebagai wartawan, tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan, apa lagi terhadap anak dibawa umur, Wartawan adalah bagian dari pengawas pelaksanaan pemerintahan, bahkan terhadap penegakan hukum, sehingga seharusnya yang harus dilakukan seorang wartawan adalah mendorong pelaksanaan pemerintah yang berpiahk kepada rakyat sekaligus mendorong penegakan hukum". Kecam Dg Nyau sapaan Akrab ketua PWI Takalr ini. Jumat, (17/1/2020).

Baca Juga  Tim Pidsus Kejati Selidiki Kasus Dugaan Korupsi BUMD Kepri

"Jangan justeru sebaliknya mempertontonkan kelakuan yang tidak terpuji, Jika melihat kejahatan, wartawan wajib melakukan pencegahan, jangan justeru menjadi pelaku kejahatan. Terkait dengan peristiwa penganiayaan di kompleks Polres Takalar yang diduga dilakukan oknum wartawan Online, dalam struktur PWI Takalar, yang bersangkutan tidak tercatat
sebagai anggota, Namun dengan siapa saja apalagi wartawan jika seandainya informasi penganiayaan betul demikian, saya sebagai Ketua PWI Takalar, berharap agar kali ini saja wartawan bertindak diluar ambang batas, setelah itu tidak ada lagi". Tutup Maggarisi Sayye.

Advertisement
BAGIKAN