Puluhan Massa Desa Popo Usir Paksa Ekskavator

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar–Puluhan warga Desa Popo mengusir paksa alat berat Ekskavator yang beroperasi di Dusun Popo Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Massa yang awalnya akan difasilitasi rapat di kantor desa bergerak diluar kendali dan langsung ke lokasi melakukan pengusiran.

Daeng Bella, salah seorang petani yang lahannya berdekatan di lokasi tambang mengatakan ekskavator ini tidak bisa dibiarkan tinggal, karena meski sudah disegel polisi beberapa hari lalu, tetap saja beroperasi.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Tidak mau dengar ini, kalau alat ini tidak diangkat jangan salahkan kami kalau terjadi sesuatu” ujar Daeng Bella. Rabu, 7/8/2019. Pagi.

Warga lain, Daeng Mile yang lahannya bertetangga dengan tambang mengatakan awalnya meminta persetujuan untuk dibikin tambak, dan digali tanahnya hingga 2 meter saja. Tetapi ternyata bukan tanah yang digali tapi pasirnya yang diambil dan itu sampai tiga meter.

“Awalnya minta persetujuan untuk gali tanahnya dibikin tambak. Tapi ternyata yang digali pasirnya” kata Daeng Mile yang dianggap dirinya merasa ditipu.

Sementara itu Kades Popo, Bostan Tata yang dikonfirmasi di Kantor Desa membenarkan adanya penambangan dan aksi pengusiran ekskavator oleh warga desa popo.

“Hari ini kita jadwalkan rapat pembahasan polemik ini, tapi tadi pagi warga tidak bisa dibendung dan langsung ke lokasi melakukan pengusiran. Saya hanya bisa minta agar warga jangan berbuat diluar batas dan tetap tertib. Kita sudah komunikasikan ke pihak keamanan soal ini” tambah Bostan Tata.

Ekskavator yang diusir paksa oleh warga desa kini diamankan di dekat kantor Desa sembari menunggu teronton untuk dipulangkan.

Sebelumnya warga telah melakukan penutupan terhadap tambang yang dianggap ilegal dan merasakan ini.

Kontributor: Jaya

Pos terkait