Puluhan Massa Desa Popo Usir Paksa Ekskavator

449

SULSELBERITA.COM. Takalar--Puluhan warga Desa Popo mengusir paksa alat berat Ekskavator yang beroperasi di Dusun Popo Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Massa yang awalnya akan difasilitasi rapat di kantor desa bergerak diluar kendali dan langsung ke lokasi melakukan pengusiran.

Daeng Bella, salah seorang petani yang lahannya berdekatan di lokasi tambang mengatakan ekskavator ini tidak bisa dibiarkan tinggal, karena meski sudah disegel polisi beberapa hari lalu, tetap saja beroperasi.

"Tidak mau dengar ini, kalau alat ini tidak diangkat jangan salahkan kami kalau terjadi sesuatu" ujar Daeng Bella. Rabu, 7/8/2019. Pagi.

Advertisement

Warga lain, Daeng Mile yang lahannya bertetangga dengan tambang mengatakan awalnya meminta persetujuan untuk dibikin tambak, dan digali tanahnya hingga 2 meter saja. Tetapi ternyata bukan tanah yang digali tapi pasirnya yang diambil dan itu sampai tiga meter.

Baca Juga  Diduga Mandek, LSM PERAK Desak Polda Sulsel Ambil Alih Penanganan Kasus Jual Aset PDAM Barru

"Awalnya minta persetujuan untuk gali tanahnya dibikin tambak. Tapi ternyata yang digali pasirnya" kata Daeng Mile yang dianggap dirinya merasa ditipu.

Sementara itu Kades Popo, Bostan Tata yang dikonfirmasi di Kantor Desa membenarkan adanya penambangan dan aksi pengusiran ekskavator oleh warga desa popo.

"Hari ini kita jadwalkan rapat pembahasan polemik ini, tapi tadi pagi warga tidak bisa dibendung dan langsung ke lokasi melakukan pengusiran. Saya hanya bisa minta agar warga jangan berbuat diluar batas dan tetap tertib. Kita sudah komunikasikan ke pihak keamanan soal ini" tambah Bostan Tata.

Ekskavator yang diusir paksa oleh warga desa kini diamankan di dekat kantor Desa sembari menunggu teronton untuk dipulangkan.

Sebelumnya warga telah melakukan penutupan terhadap tambang yang dianggap ilegal dan merasakan ini.

Baca Juga  Terkait Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Alat Peraga Iman Dan Takwa, LSP3M Gempar Indonesia Sulsel Segera Bersurat ke Mabes Polri, KPK dan Kejagung

Kontributor: Jaya

Advertisement
BAGIKAN