SULSELBERITA.COM. Takalar – Disaat semua warga Laikang merayakan hari lebaran dengan penuh suka cita dan kegembiraan bersama kuarga mereka, justru seorang kakek tua yang bernama Dg.Ngalle (75 Thn), justru harus menikmati hari lebaran dalam kesendirian.
Kakek tua warga Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar ini, hidup sebatang kara di sebuah gubuk bambu yang sudah reot selama puluhan tahun. Dg Ngalle tidak memiliki istri dan memilih hidup sendiri.
Gubuk reot tempat nenek Alle tinggal yang berukuran 4X4 meter tersebut, kini sudah lapuk dimakan usia, atapnya yang terbuat dari daun kelapa kini sudah bocor termakan usia, begitupula dengan dinding igubuknya yang terbuat dari anyaman bambu juga sudah berlubang dimana mana.
Perlu diketahui, sang kakek tua tersebut, selama ini makan hanya mengandalkan pemberian tetangganya saja untuk bertahan hidup. Kini dimasa tua sang Kakek, berbagai penyakit pun kerap menyerangnya, yang membuatnya tak lagi bisa bekerja mencari nafkah untuk menopang hidupnya, terlebih lagi setelah sang kakek mengalami penyakit dibagian lututnya.
Lebih mirisnya lagi, ternyata sang kakek selama ini hanya memiliki dua pakaian saja, membuat dirinya nampak terlihat kumal.
“Saya hanya punya satu celana dan satu baju saja nak, hanya itu yang selama ini saya pakai” Ungkap sang kakek sedih, Selasa (4/6/2019).
Sementara itu, salah seorang tetangga sang kakek, Firmansyah Daeng Rawing (49), menuturkan sudah empat tahun memberikannya bantuan berupa beras dan lauk, ”Saya tidak tega melihat kondisi kakek Alle yang memprihantinkan,” Ujarnya.
“Dg Ngalle sangat membutuhkan bantuan secara ekonomi dan kesehatan dari Pemerintah”. tutup Firmansyah Daeng Rawing.








