Diduga Terjatuh dari Perahu, Seorang Warga Lambupeo Jeneponto Belum di Temukan

322

SULSELBERITA.COM. Jeneponto - Irpan (18), seorang warga Kampung Lambupeo, Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dikabarkan menghilang saat tengah memancing di laut. Irpan di duga terjatuh dari atas perahu yang digunakannya, Rabu, (16/1/2019).

Hal tersebut berdasarkan keterangan warga setempat yang kebetulan melintas di dekat perahu yang selama ini digunakan irpan, dimana saksi melihat perahu iyang yang bersangkutan dalam keadaan kosong, namun mesin masih dalam keadaan hidup, serta pancing dan umpannya masih tetap utuh.

Kabar inipun sontak membuat geger keluarga dan warga kampung Lambupeo, kronologis kejadian menurut berbagai sumber yang diperoleh awak media ini menyebutkan, Sekitar pukul 08.00 Wita. Irpan (18) membawa  alat pancingnya, menuju laut dengan menggunakan perahu mesin miliknya.

Baca Juga  Ngeri, Gegara Sengketa Lahan, Pria ini Menghembuskan Nafas Terakhir dengan Cara Tragis

Namun pada sekitar  pukul 12.00 Wita, seorang warga Kampung Lambupeo, lewat dan melihat perahu milim irpan sudah dalam keadaan kosong, namun  pancing dan umpan lengkap. Perahu juga dalam keadaan hidup. Hal itu membuat warga  tersebut panik, lalu bergegas ke darat melaporkan pada Polsek Bangkala.

Dalam keterangannya, Kapolsek Bangkala Barat Iptu Bahtiar mengatakan, bahwa kuat dugaan korban terjatuh dari perahunya "Mesin perahu menyala, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di perahu. Pancing dan umpang juga utuh semua," Ujar Bahtiar.

"Sementara ini, korban belum bisa dipastikan apa meninggal atau masih hidup. Pasalnya, masih dilakukan pencaharian oleh pihak Basarnas Jeneponto. Kami sendiri masih ada di TKP, untuk melakukan pencarian bersama warga setempat," tambah Bahtiar

Baca Juga  Hanya Butuh Sepekan, Sat Narkoba Polres Gowa Berhasil Amankan 5 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Dilain pihak, Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Muslyadi mengatakan pencarian terhadap korban yang tenggelam di laut belum ditemukan. Pencarian dilakukan sejak pukul 15.30 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

Ombak dari bibir pantai dengan jarak kurang lebih 700 meter keluar sudah mulai membesar. Sementara tadi kita lakukan pencarian dua mil dari bibir pantai bersama dengan tim SAR Makassar dan SAR pos Bantaeng.

"Kita hentikan pencarian ini malam, besok pagi baru dilanjutkan. Sehubungan juga karena cuaca juga kurang bersahabat, ombak besar, angin kencang disertai hujan. Untuk saat sekarang saya kita belum tahu, apa korban meninggal atau tidak, jadi statusnya masih pencarian," kata Muslyadi.

Advertisement
BAGIKAN