SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Senin, 15 Juni 2026. Pihak Rumah Sakit Maryam Citra Medika Takalar menyampaikan penjelasan resmi terkait peristiwa yang terjadi saat proses penerimaan pasien anak laki-laki pada Rabu (10/6/2026) pukul 08.30 pagi.
Berdasarkan keterangan dari rumah sakit, pasien dibawa orang tuanya dengan keluhan demam. Pada saat kedatangan, orang tua tidak menyampaikan adanya riwayat kejang, dan hanya menyebutkan bahwa anaknya terlibat perkelahian di sekolah.
Setelah dilakukan pemeriksaan tanda vital, didapatkan kondisi pasien dalam keadaan sadar penuh dengan nilai GCS 15, suhu tubuh 36,5°C, nadi 110 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit, dan kadar oksigen dalam darah 99%. Dokter Zahra kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut, di mana orang tua tetap memberikan keterangan yang sama seperti saat awal ditanya perawat. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembengkakan dan kemerahan pada amandel kiri dengan tingkat keparahan T2-T2.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, kondisi pasien dinilai tidak memenuhi kriteria penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD). Pihak dokter pun menanyakan mengapa tidak terlebih dahulu memeriksakan ke Puskesmas, namun orang tua menjawab ingin langsung membawa ke rumah sakit.
Karena orang tua tetap meminta pasien dipasang infus, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa saat itu terdapat dua pasien lain dalam antrian dengan kategori triase hijau. Jika permintaan tersebut tetap dipenuhi, maka pasien akan masuk ke antrian ketiga. Selain itu, ruang perawatan dan tempat tidur resusitasi dalam kondisi penuh, serta masih ada dua pasien lain yang menunggu penanganan tanpa dipasang infus.
Penjelasan tersebut ternyata tidak diterima dengan baik. Orang tua pasien menyampaikan penolakan dengan nada tinggi, sempat mengucapkan kalimat “bukan ji ini apartemen yang dipesan-pesan kah, nanti ada prioritas lain”. Perawat yang bertugas kembali berusaha menjelaskan kondisi layanan yang ada, namun suasana menjadi semakin tidak kondusif seiring dengan terus disampaikannya ucapan dengan nada tinggi oleh orang tua pasien.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa setiap penanganan pasien selalu mengacu pada prosedur medis dan sistem skala prioritas agar keselamatan serta kualitas pelayanan dapat terjaga untuk semua pasien.






