Terkait Insiden Pembakaran Bendera Oleh Oknum Banser Garut, Kapolda Sulsel Himbau Masyarakat untuk Jaga Sulsel Tetap Aman

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar – Kapolda Sulsel irjen pol Drs Umar Septono berpesan terkait insiden pembakaran bendera yang identik dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ) pada saat acara Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat beberapa hari lalu.

Menurut Kapolda Umar berdasarkan keterangan hasil penyelidikan Polda Jabar dan Polres garut bendera tersebut bukan simbol atau kalimat sakral dari agama tertentu , melainkan merupakan panji HTI organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Jadi saat peringatan Hari Santri Nasional tersebut semua organisasi islam dari berbagai elemen awalnya telah sepakat tidak ada bendera yang dikibarkan pada saat acara kecuali bendera merah putih kata Kapolda Umar melalui sambungan telepon (23/10)

Kapolda Umar menjelaskan sebelum perayaan Hari Santri Nasional semua pimpinan ormas keagamaan telah sepakat tidak membawa panji atau simbol organisasi apapun dalam acara tersebut, namun ada beberapa orang membawa panji HTI sehingga terjadi insiden pembakaran

Sulawesi Selatan adalah rumah kita bersama, kita harus menjaga rumah bersama dengan saling menghargai dengan berpegang teguh pada nilai- nilai leluhur budaya bugis / Makassar Sipakatau (saling memanusiakan / menghargai), Sipakainga (Saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling menghormati) ucap Umar

Lanjut Kapolda Umar berpesan kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak mengaitkan kasus pembakaran panji HTI dengan kalimat sakral agama islam, demi sulawesi selatan yang aman, damai, jangan gampang tersulut provokasi pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kejadian di Garut sudah ditangani oleh pihak kepolisian kita serahkan segala prosesnya ke jalur hukum.
apapun yang terjadi di Garut atau di daerah lain,Sulawesi Selatan harus tetap aman. Pungkas Jenderal bintang dua yg Shalatnya diawal waktu, berjamaah, dimasjid masjid Allah.

Kontributor: Ilham

Pos terkait