SULSELBERITA.COM. Takalar – 15 September 2026 — Program bantuan pangan beras yang disalurkan Perum Bulog kepada masyarakat kurang mampu di Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh warga penerima manfaat. Sebanyak 346 kepala keluarga tercatat sebagai penerima yang tersebar di empat lingkungan wilayah kelurahan.
Penyaluran dimulai Senin, 14 September 2026, dipimpin langsung oleh Kepala Kelurahan Pappa, Firmansyah Habsih, S.Sos. Kehadiran pemerintah kelurahan di lapangan mendapat apresiasi luas dari warga.
Sekretaris Kelurahan Pappa, Muh. Risal Mappatunru, S.Sos. (Rau), menjelaskan penyaluran dilakukan bertahap agar setiap penerima mendapatkan haknya. “Sementara yang sudah diserahkan sebanyak 282 KK. Insyaallah secepatnya rampung,” ujarnya. Hingga kini, sekitar 260 KK dari empat lingkungan telah menerima bantuan, dengan target penyelesaian seluruhnya dalam waktu sekitar satu minggu.
Kepala Kelurahan Pappa menegaskan komitmen memastikan bantuan diterima tepat oleh yang berhak. “Kami berupaya agar proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Masyarakat yang sudah terdata akan kami layani sesuai ketentuan,” tegas Firmansyah. Ia juga mengapresiasi dukungan para kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang membantu kelancaran kegiatan.
Warga yang hadir mengaku sangat terbantu. “Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini, Pak,” ucap salah seorang penerima saat menerima beras langsung dari Kepala Kelurahan. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar beras, melainkan bukti perhatian pemerintah di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah kelurahan, lingkungan, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci kelancaran distribusi. Seluruh pihak berharap bantuan serupa terus berlanjut dan senantiasa disalurkan secara transparan, tertib, serta tepat sasaran. Program ini sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Apakah ingin saya tambahkan kutipan lebih spesifik dari warga atau menonjolkan sisi transparansi penyalurannya?













