Tolak Kenaikan Harga BBM, OPM di Makassar Sandera Mobil Truck

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar – Kebijakan pemerintahan Jokowi – JK yang kembali menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, kini mulai menuai protes dari berbagai elemen mahasiswa yang ada di Makassar, termasuk dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) yang melakukan kecaman dan penolakan dengan menggelar aksi unjuk rasa. Senin (2/4/2018).

Aksi unjuk rasa yang di ikuti oleh seratusan mahasiswa tersebut, berlangsung di Jalan Sultan Alauddin, Manuruki, Tamalate dengan menyandera sebuah mobil truk yang kemudian dijadikan sebagai panggung orasi.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Aksi nekad para mahasiswa menyandera mobil truk tersebut, dikarenakan kekesalan mahasiswa yang tengah melangsungkan aksi unjuk rasa dengan menutup hampir seluruh badan jalan, namun Mobil tersebut tetap saja berusaha melintas dan menerobos barisan pengunjuk rasa, akibatnya para mahasiswa tersebut menahan dan menyanderanya.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar pemerintahan rezim Jokowi-JK segera menurunkan kembali harga BBM sekalipun itu non subsidi, meminta agar menegakan perekonomian yang beraskan kerakyatan, mendesak pemerintah Jokowi-JK untuk memperhatikan segala kebijakan perekonomian masyarakat dengan tidak diintervensi oleh pasar global.

Dalam orasinya, Marto yang berperan sebagai Jendral Lapangan dalam aksi unjuk rasa tersebut, mengatakan bahwa mereka kecewa lantaran pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada Jokowi-JK agar memperhatikan perekonomian masyarakat menengah kebawa, jangan seenaknya saja membuat keb”teriaknya dalam berorasi.

Pos terkait