Masuki Musim Panen, Harga Gabah Ditingkat Petani Takalar ‘Terjun Bebas”

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Senyuman petani di Kab Takalar biasanya menghiasi har hari mereka, saat memasuki musim panen padi, karena itu berarti mereka bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan gabah hadil panen, namun rupanya diawal musim panen tahun ini, para petani di Takalar harus menelan pil pahit, pasalnya, harga gabah di kalangan petani anjlok alias terjun bebas.

Seperti yang terpantau di beberapa kelurahan yang ada diKecamatan Pattalassang, Selasa (3/4/201). Di mana harga gabah yang sebelumnya mencapai Rp 4.200 perkilonya,  nsmun kini hanya dihargai oleh pedagang Rp 3.500 perkilo, atau mengalami penurunan harga sebesar Rp 700. perkilo.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Hal ini tentunya membuat para petani kecil menjerit, akibat banyak yang merugi, ini diakibatkan oleh besarnya biaya produksi padi yang cukup tinggi, itu berarti mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Salah satu petani, Daeng Mare, mengatakan bahwa dengan harga gabah sekarang yang turun pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kalau disimpan juga dalam gudang malah dikhawatirkan gabah jadi rusak. Terpaksa dijual walau harganya murah,” katanya.

Daeng Mare juga berharap pemerintah memberikan perhatian, khusus kepada petani kecil, dengan menjaga stabilitas harga gabah di kalangan pengumpul. Sehingga petani tidak merasa dirugikan lagi.

Pos terkait