Minta Masukan Terkait Pemilu 2019, Tamsil Linrung Kumpul ‎Tokoh

485

SULSELBERITA.COM. Makassar - Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2019. Senin, 29 Januari 2018, pimpinan Komisi VII DPR RI ini mengumpulkan tokoh untuk meminta masukan. Kumpul tokoh ini dikemas dalam silaturahmi dan Konsolidasi.

Hadir dalam pertemuan ini, mantan calon Wakil Wali Kota‎ saat Tamsil Linrung maju sebagai Calon Wali Kota Makassar pada Pilkada Makassar 2014, Ustaz Das'ad Latif. Ada Ustaz Mujetabah, caleg PKS DPR RI PKS pada Pemilu lalu, Muzayyin Ali Arief, dan sejumlah tokoh dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Konsolidasi digelar di Hotel D' Maleo, Jalan Pelita Makassar. Staf Tamsil Linrung, Anwar Abugaza mengatakan, sengaja acara ini dibuat untuk meminta masukan tokoh masyarakat.

Baca Juga  Kader Exponen Muda Muhammadiyah Sulsel Siap Menangkan Pasangan Jokowi - Ma'ruf
Advertisement

"Masukan tokoh ini penting untuk menentukan langkah Pak Tamsil Linrung ke depan‎," kata Anwar.

Karena itu, lanjut Anwar, pihaknya menghadirkan tokoh asal daerah se-Sulsel untuk menyerap masukan. "Pak Tamsil memang begitu orangnya. Tidak ada langkah politiknya yang tidak mendengar masukan masyarakat dan tokoh-tokoh," imbuhnya.

Tamsil Linrung mengungkapkan, belum lama ini, ia sudah didatangi pengurus DPP PKS. Harapannya, kata dia, Tamsil bisa kembali maju ke DPR RI.

"Inilah yang ingin saya sampaikan kepada kita semua untuk meminta masukan seperti apa saya harus merespons DPP PKS ini," kata Tamsil Linrung.

Ustas Mujetaba dalam pertemuan tersebut mengingatkan, aktivis Islam harus mengambil peran dalam politik. Karena, dengan kewenangan yang dimiliki bisa membantu masyarakat.

Ia lalu merujuk pada kisah Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf dan Nabi Musa. Kata dia, dengan kewenangan yang dimiliki, sesuai dengan skill dan integritas yang dimiliki bisa memimpin dan menghadirkan kesejahteraan bagi umat.

Baca Juga  Rakor DPC PPP Bulukumba Dorong Andalanta Calon Tunggal di Pilkada

Ustaz Das'ad Latif juga mengingatkan pentingnya berpolitik. Kata dia, menegakkan keadilan sangat sulit dilakukan tanpa kekuasaan. "Dengan kekuasaan yang dimiliki, seorang gubernur bisa menutup tempat maksiat tanpa gaduh. Berbeda jika dilakukan di luar kekuasaan, bisa saja malah mencoreng Citra Islam," tegasnya. (rilis)

Advertisement
BAGIKAN