Berkas Empat Tersangka Dugaan Korupsi Umrah Masih Diteliti Kejati Kepri

555

SULSELBERITA.COM. KEPRI -  Berkas perkara empat orang tersangka dugaan korupsi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang yang berkisar Rp12,3 miliar, saat ini masih di teliti oleh pihak  Kejati Kepri.
Adapun ke empat berkas tersangka tersebut yakni Wakil Rektor Umrah, Hery Suryadi, Direktur PT Jovan Karya Perkasa, Henri Gultom, Ulzana Zizi, penyusun draft dan Yusmawan yang berperan  sebagai distributor.

"Berkas ke empat orang tersangka dugaan kasus korupsi di Umrah tersebut masih P18 (teliti). Jika dalam penelitian nantinya masih terdapat adanya kekurangan, maka tentunya kita akan kembalikan ke penyidik Polda Kepri," ujar Asisten Aspidsus Kejati Kepri, Ferry Tass SH MHum Msi, Selasa (21/11/2017).

Feri Tas melanjutkan 'Dalam proses penelitian berkas, tentunya kami juga perlu melakukan gelar perkara bersama tim penyidiknya. Hal itu dimaksudkan, untuk lebih mematangkan pemberkasan itu sebelum kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang". Kunci Feri Tas

Baca Juga  Inilah Wajah Orang Gila Pelaku Pemenggalan Imam Mesjid Bontosunggu Desa Pa'rappunganta
Advertisement

perlu diketahui, bergulirnya kasus dugaan korupsi Umrah ini, karena Pihak Polda Kepri menemukan proyek yang dimarkup atau digelembungkan dananya yang di duga melibatkan ke empat orang tersebut diatas, bukan itu saja, proyek tersebut banyak terjadi kejanggalan, mulai dari proses pelelangan hingga pembelian barang- barang yang dibutuhkan. Kejanggalan itu diantaranya pemenang proyek diduga sudah ditentukan sebelumnya.

Guna mengusut tuntas kasus ini, penyidik Ditkrimsus Polda Kepri sudah memeriksa puluhan saksi. Mulai dari saksi yang mengatahui peristiwa, Rektor Umrah, dosen-dosen Umrah dan yang terakhir saksi ahli dari BPKP. Kuat dugaan sistem pengerjaan pengadaan barang yang dimaksud, bertentangan dengan Perpres No 54 Tahun 2010 dan perubahannya, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan menggunakan APBN.

Baca Juga  Jalan Cor Dikerja Awal Mei Sudah Rusak Bulan Juli, PT.Diego Harus Tanggung Jawab
Advertisement
BAGIKAN