Uang Palsu Di Duga Beredar Di Salah Satu ATM BRI Takalar

1084

SULSELBERITA.COM. Takalar - Ailul Amalia Dg Rannu (29) bersama Suaminya Hasan Dg Tayang, salah seorang nasabah Bank BRI di Kab.Takalar, mengaku kalau dirinya menjadi korban peredaran uang palsu di ATM Bank BRI yang terletak di Pertamina Kalabbirang, Kelurahan Kalabbirang Kec.Pattallassanh Kab.Takalar.

Kepada awak media, Dg Rannu panggilan akrabnya mengaku kalau saat itu dirinya menarik uang di ATM BRI sebanyak 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), sekitar pukul 17.00 Wita, sekitar 5 hari sebelum lebaran Idul Adha yang lalu, tapi ternyata selembar uang pecahan 100 ribu yang keluar dari mesin ATM tersebut di ketahui nya adalah uang palsu.

Berdasarkan keterangan suami dari Dg Rannu, Hasan Dg Tayang bahwa Bermula ketika dirinya menggunakan uang tersebut pada hari itu juga untuk membayar salah seorang petani cabe atas nama Muh.Said Dg Ngawing yang beralamat di lingkungan Alluka Kelurahan Salaka Kec.Pattallassang, namun keesokan harinya Dg Ngawing berniat .enukarkan  uang tersebut di salah satu SPBU, tapi pihak SPBU menolak, karena Menurutnya uang yang mau di tukarnya tersebut adalah uang palsu.

Baca Juga  Caleg PPP Dapil 2 ini Ternyata Mendompleng Program PKH Kec.Marbo
Advertisement

Penasaran dan tidak percaya, Dg Ngawing kemudian membawa uang tersebut ke Toko Tani di sentral Takalar untuk memastikan kalau memang uang lembaran 100 ribu pemberian dari daeng Rannu hasil menjual Cabe miliknya, dari hasil scan pihak toko tani tersebut, ternyata memang palsu. Mengetahui kalau uang tersebut adalah palsu, maka Dg Ngawing kemudian menelpon dirinya dan memberitahu kalau uang yang di berikan tersebut adalah palsu.

Hasan Dg Tayang  kepada awak media ini menjelaskan kalau kejadian seperti ini sudah dua kali di alaminya "Pernah juga pada Bulan Juli yang lalu tahun ini juga, saya menarik uang Di salah satu ATM BRI di Takalar, tapi sudah agak lupa ATM yang mana, ada 3 lembar uang pecahan 100 ribu, itu dalam kondisi kropos, entah itu palsu atau tidak, namun yang pasti tidak ada seorang pedagang pun yang mau menerima itu uang, akhirnya saya simpan saja, tapi sudah tidak tahu di mana itu uang sekarang". Jelas Dg Ngawing kesal. Mi ggu. (10/9/2017).

Baca Juga  Pasutri di Takalar Ini di Jemput Paksa Polisi, Karena Aniaya Ponakan Sendiri
Advertisement
BAGIKAN