Uang Palsu Di Duga Beredar Di Salah Satu ATM BRI Takalar

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Ailul Amalia Dg Rannu (29) bersama Suaminya Hasan Dg Tayang, salah seorang nasabah Bank BRI di Kab.Takalar, mengaku kalau dirinya menjadi korban peredaran uang palsu di ATM Bank BRI yang terletak di Pertamina Kalabbirang, Kelurahan Kalabbirang Kec.Pattallassanh Kab.Takalar.

Kepada awak media, Dg Rannu panggilan akrabnya mengaku kalau saat itu dirinya menarik uang di ATM BRI sebanyak 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), sekitar pukul 17.00 Wita, sekitar 5 hari sebelum lebaran Idul Adha yang lalu, tapi ternyata selembar uang pecahan 100 ribu yang keluar dari mesin ATM tersebut di ketahui nya adalah uang palsu.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Berdasarkan keterangan suami dari Dg Rannu, Hasan Dg Tayang bahwa Bermula ketika dirinya menggunakan uang tersebut pada hari itu juga untuk membayar salah seorang petani cabe atas nama Muh.Said Dg Ngawing yang beralamat di lingkungan Alluka Kelurahan Salaka Kec.Pattallassang, namun keesokan harinya Dg Ngawing berniat .enukarkan  uang tersebut di salah satu SPBU, tapi pihak SPBU menolak, karena Menurutnya uang yang mau di tukarnya tersebut adalah uang palsu.

Penasaran dan tidak percaya, Dg Ngawing kemudian membawa uang tersebut ke Toko Tani di sentral Takalar untuk memastikan kalau memang uang lembaran 100 ribu pemberian dari daeng Rannu hasil menjual Cabe miliknya, dari hasil scan pihak toko tani tersebut, ternyata memang palsu. Mengetahui kalau uang tersebut adalah palsu, maka Dg Ngawing kemudian menelpon dirinya dan memberitahu kalau uang yang di berikan tersebut adalah palsu.

Hasan Dg Tayang  kepada awak media ini menjelaskan kalau kejadian seperti ini sudah dua kali di alaminya “Pernah juga pada Bulan Juli yang lalu tahun ini juga, saya menarik uang Di salah satu ATM BRI di Takalar, tapi sudah agak lupa ATM yang mana, ada 3 lembar uang pecahan 100 ribu, itu dalam kondisi kropos, entah itu palsu atau tidak, namun yang pasti tidak ada seorang pedagang pun yang mau menerima itu uang, akhirnya saya simpan saja, tapi sudah tidak tahu di mana itu uang sekarang”. Jelas Dg Ngawing kesal. Mi ggu. (10/9/2017).

Pos terkait