Janda Satu Anak Ini Di Duga Jadi Korban Sentimen Kades Pa’rappunganta

0
795

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sungguh menyedihkan nasib Tallasa Dg.Ngonji (50) seorang warga Dusun Ballaparang Desa Pa'rappunganta Kec.Polongbangkeng Utara Kab.Takalar. Janda Satu anak ini harus menerima nasib sebagai korban sentimen yang di duga di lakukan oleh Kepala Desanya sendiri Dahlan Sira'.

Tallasa Dg Ngonji selama ini tinggal di rumahnya sebatang kara yang berukuran 4 X 5 dengan dinding seng bekas dan berlantaikan tanah, hanya bisa menjadi penonton saat pembagian beras raskin di Desanya, padahal dirinya memiliki kartu miskin sebagai salah satu syarat menjadi penerima manfaat, bahkan parahnya lagi, janda satu anak ini harus gigit jari, karena dirinya di coret sebagai salah satu warga penerima manfaat program bedah rumah dari pemerintah.

"Selama Dahlan Dg.Si'ra sebagai kepala Desa Pa'rapunganta, saya tidak pernah lagi diberikan beras raskin padahal saya memiliki kartu miskin sebagai penerima beras raskin", Tutur Dg. Tonji

Baca Juga  Pegawai Kantor Camat Merdeka Berastasi Diduga Dianiaya Debckolektor di Pancur Batu
Advertisement

Lanjutnya lagi "Selain dari beras raskin, nama saya juga dicoret oleh kepala Desa sebagai penerima manfaat bedah rumah pada tahun 2016 lalu, kami tidak pernah diberikan bantuan pak, karena kepala desa sangat benci dengan Saya,  Ini bermula saat pemilihan kepala Desa lalu, menurut kepala Desa Pa'rapunganta Dahlan Dg.Si'ra, bukan dia yang saya pilih sehingga saya sangat dibenci dan tidak pernah lagi diberikan yang sifatnya bantuan dari Pemerintah" Jelas Dg.Tonji, (6/9/2017).

"Walapun kisah hidup saya sangat menyedihkan pak, tapi Allah SWT maha adil dan tidak buta karena masih ada orang yang berbaik hati untuk mengisinkan saya tinggal dirumahnya, semoga kebaikan yang dilakukan Aiptu Gassing bersama keluarganya, bisa dibalas oleh SWT Aamiin". Kunci Dg Ngonji.

Baca Juga  Terkait Kasus Al Ghifari, Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulsel Sebut Bantahan RS Wahidin Ngawur

Sementara itu Anggota Polisi Aiptu Gassing Taba di bimbingan masyarakat (Binmas) Polres Takalar,  yang di sebut sebagai orang yang membantu Tallasa Dg Ngonji, saat di konfirmasi terkait apa yang di ceritakan oleh janda Satu anak tersebut, turut membenarkan "saya sangat prihatin melihat kondisi janda satu anak ini, sudah ada 10 tahun tinggal dirumah dengan sebatang kara, dia sudah lama ditinggal suaminya karena meninggal dan anaknya merantau untuk mencari pekerjaan, sehingga si janda ini hanya tinggal dirumahnya dengan kondisi sangat memprihatinkan dan Menyedihkan" jelasnya.

lanjutnya lagi "Selain rumahnya berlantai tanah dengan dinding seng bekas, dia juga tidak memiliki lampu. Sehingga kalau malam dia hanya diterangi dengan lampu pijar saja, dengan melihat kondisi tersebut, kami sekeluarga sangat prihatin sehingga kami sepakat untuk memanggil Tallasa Dg.Tonji untuk tinggal dirumah kami."

Baca Juga  Anggota DPR RI Geram dengan Sikap Arogansi PT SRA yang Terkesan Kebal Hukum

Di tambahkannya lagi "Selama ini dia hanya sebatang kara tinggal di rumah yang tidak layak huni dan makan pun susah, tapi Alhamdulillah Tallasa Dg.Ngonji kurang lebih sudah Delapan Bulan tinggal serumah dengan keluarga kami" ungkap Aiptu Gassing Taba. (6/9/2017).

Sementara itu, Kades Pa'rappunganta Dahlan Sira' yang coba di konfirmasi Via ponselnya tidak berhasil, karena tidak aktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here