Dituding Kinerja Sangat Buruk, Bupati Takalar Diminta Copot Kadis Keuangan Ahmad Rivai

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Kamis, 23 April.2026. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, didesak untuk segera mencopot Kepala Dinas Keuangan, Ahmad Rivai, dari jabatannya. Permintaan ini muncul lantaran kinerjanya dinilai sangat buruk dan menjadi penyebab utama terhambatnya berbagai pembayaran yang seharusnya sudah cair sejak lama.

Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan menyatakan, berbagai masalah penunggakan pembayaran terjadi masif sejak Ahmad Rivai menjabat. Hal ini sangat kontras dibandingkan masa kepemimpinan pejabat sebelumnya, Rahmansyah.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Camat Pattllassang

“Kinerjanya sangat jauh berbeda, ibarat bumi dan langit. Semenjak pergantian Kadis Keuangan, semua proses administrasi dan pembayaran menjadi sangat lambat,” ungkap sumber tersebut, Selasa (22/4/2026).

Adapun beberapa masalah krusial yang menjadi sorotan antara lain:

1. TPP ASN Tak Kunjung Cair: Tunjangan Kinerja Pegawai (TPP) aparatur sipil negara hingga saat ini belum diselesaikan pembayarannya.

2. Honor P3K Nakes Menunggak 5 Bulan: Tenaga kesehatan (Nakes) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh Waktu dikabarkan belum menerima gaji atau honor selama lima bulan terakhir.

3. Pembayaran Media Diperlambat: Pembayaran langganan atau kerjasama dengan pihak media juga terkesan diperlambat secara sengaja, padahal pekerjaan sudah dilaksanakan.

Selain masalah keterlambatan, sumber juga menyoroti sikap Ahmad Rivai yang dianggap tidak komunikatif. Ia dinilai sering menghilang dan tidak merespons ketika dikonfirmasi terkait status pembayaran tersebut.

“Kalau dikonfirmasi soal pembayaran, beliau tidak pernah merespon. Padahal ini menyangkut hak orang banyak yang sudah menunggu lama,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap Bupati Takalar segera mengambil langkah tegas. Kinerja Dinas Keuangan dinilai sangat vital, sehingga harus diisi oleh orang yang cepat, tanggap, dan bertanggung jawab agar roda pemerintahan tidak macet.

“Kami minta Bupati segera mencopot beliau. Jangan karena satu orang, banyak pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Pos terkait