Kenaikan Harga BBM Tak Ganggu Stok, RSUD HPDN Pastikan Handscoon dan APD Selalu Aman

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR, 22 April 2026 – Di tengah isu kenaikan harga BBM yang dikhawatirkan berdampak pada distribusi logistik kesehatan, RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle (HPDN) memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), khususnya sarung tangan latex atau handscoon, dalam kondisi aman dan tercukupi.

Hal ini disampaikan langsung Direktur RSUD HPDN, dr. Ruslan Ramli, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026). Menurutnya, sarung tangan latex merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditawar dalam pelayanan medis, baik untuk tindakan ringan maupun prosedur berisiko tinggi.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Camat Pattllassang

“Terkait sarung tangan latex atau handscoon, ada dua jenis, yaitu steril dan non-steril. Yang steril dipakai di ruangan tindakan seperti bedah, ICU, IGD, dan poli bedah. Sedangkan yang non-steril untuk pelayanan sehari-hari guna mencegah infeksi,” jelas dr. Ruslan.

Ia menegaskan, penggunaan APD ini wajib dilakukan untuk melindungi tenaga medis setiap kali bersentuhan dengan pasien, terutama saat menangani luka terbuka.

Stok Terjamin Melalui Sistem Pengadaan Resmi

Terkait mekanisme pengadaan, dr. Ruslan menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan sarung tangan masuk dalam kategori Barang Medis Habis Pakai (BMHP) yang dipenuhi melalui sistem pengadaan resmi rumah sakit.

“Pengadaan dilakukan melalui sistem, kemudian dari farmasi didistribusikan ke unit-unit pelayanan. Selama kenaikan BBM ini, tidak pernah ada kehabisan stok. Aman,” tegasnya.

Manajemen juga melakukan pengawasan ketat melalui laporan rutin penggunaan logistik. “Setiap hari dan setiap bulan ada laporan penggunaan, sehingga farmasi bisa merencanakan kebutuhan dengan baik. Tidak ada laporan kekurangan dari poli maupun bagian bedah,” tambahnya.

IGD Habiskan 15 Dosis per Minggu

Kondisi ketersediaan yang aman juga dikonfirmasi oleh petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurut Eka, petugas IGD, stok sarung tangan latex selalu terjaga dan siap pakai.

“Sejauh ini selama saya di sini tidak pernah tidak ada. Kalau sisa stok bisa bertahan dua hari, langsung konfirmasi ke farmasi. Biasanya juga ada pengamprahan setiap minggu,” ujarnya.

Dengan jumlah kunjungan pasien yang mencapai 1.000 hingga 1.500 per bulan, IGD menghabiskan rata-rata sekitar 15 dosis (per dosis isi 50 lembar) sarung tangan setiap minggunya.

“Di IGD ini harus selalu siap. Karena kita langsung berhadapan dengan pasien, jadi proteksi itu wajib. Alhamdulillah stok selalu aman,” tutupnya.

Dengan sistem pengadaan yang terencana dan pengawasan rutin, RSUD HPDN memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan aman, meski di tengah tantangan kenaikan harga BBM.

Pos terkait