Keluhan Petani Takalar Soal Keterbatasan BBM Bersubsidi Mereda dengan Skema Barcode

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Masalah sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang selama berbulan-bulan dialami petani di Kabupaten Takalar mulai menunjukkan perbaikan. Akses terhadap energi penting untuk operasional alat pertanian kini berangsur normal berkat diterapkannya skema baru berbasis barcode.

Kepala Dinas Pertanian Takalar, Parawangsa, menyampaikan bahwa solusi ini dihasilkan dari koordinasi langsung dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta. Pemerintah pusat merespons cepat keluhan petani terkait kesulitan mendapatkan pasokan solar dan pertalite.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

“Sekarang petani sudah bisa membeli solar bersubsidi, dengan syarat menunjukkan surat keterangan kepemilikan alat pertanian,” ujar Parawangsa.

Surat keterangan tersebut menjadi syarat untuk memperoleh barcode yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian. Barcode kemudian digunakan sebagai persyaratan pembelian di SPBU terdekat sesuai domisili petani. Alat pertanian yang diperhitungkan meliputi pompa air, traktor roda dua, hingga mesin pertanian lainnya yang bergantung pada BBM.

Skema baru dinilai lebih tertib dan tepat sasaran, karena distribusi BBM tidak lagi bersifat umum melainkan berdasarkan verifikasi kebutuhan riil. Pemerintah daerah berharap sistem ini dapat menutup celah penyalahgunaan sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi sektor pertanian.

Langkah ini menjadi angin segar bagi petani yang sebelumnya sering harus antre atau bahkan tidak mendapatkan BBM. Dengan sistem barcode, proses pembelian menjadi lebih terukur dan terdata.

Dinas Pertanian Takalar optimistis kebijakan ini akan meningkatkan produktivitas pertanian. Ketersediaan BBM yang stabil dianggap krusial, terutama menjelang musim tanam dan panen.

“Kalau BBM lancar, maka aktivitas pertanian juga berjalan tanpa hambatan,” pungkas Parawangsa.

Pos terkait