Bukti Sukses Pembinaan, Produksi Tas Tali Kur Lapas Takalar Meningkat

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA .COM. TAAKALAR – Produksi produk keterampilan dari tali kur Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus meningkat, hal itu menyusul setelah banyaknya pesanan tas tali kur yang diterima Warga Binaan.

“Harga jualnya bervariatif, dari Rp75 ribu sampai Rp200 ribu tergantung model dan ukuran tas yang dipesan, pengerjaannya bisa selesai dalam sehari,” kata Hamdayani, petugas pembina blok wanita, Kamis (25/1).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Hamdayani menambahkan jika pesanan tas yang diterima didominasi oleh keluarga warga binaan yang berkunjung ke Lapas Takalar.

“Kami sediakan etalase untuk produk-produk keterampilan warga binaan, mulai dari bunga hias dari koran, aksesori, songkok anyam, hingga tempat tisu dan tas dari tali kur,” lanjutnya.

Kepala Lapas Takalar, Ashari, mengatakan jika pihaknya terus berupaya meningkatkan pembinaan keterampilan Warga Binaan, melalui serangkaian pelatihan kesempatan bagi Warga Binaan yang ingin belajar.

“Kami memberikan kesempatan dan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kreativitas mereka, karena kami ingin mereka memiliki kesibukan positif selama berada di dalam Lapas, sehingga saat bebas mereka punya bekal bermanfaat,” jelas Ashari.

“Bukan hanya produk kerajinan tas dari tali kur, kami juga punya produk kerajinan bunga hias dari koran, hingga yang songkok anyam yang menjadi andalan kami. Ke depannya kami akan fokus mengembangkan pemasaran produk-produk Warga Binaan ini,” pungkasnya.

Pos terkait