Ramlah, Pasien Lumpuh Asal Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Meninggal Dunia

41

SULSELBERITA.COM. Bulukumba - Sempat dirujuk untuk menjalani proses fisioteraphy di Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Ramlah (20 tahun) pasien lumpuh, asal Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu, (10/01) petang, dikabarkan menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan rumah sakit.

Wakil Ketua Komisi Informasi Kabupaten Bulukumba, Andhika Mappassomba menuturkan, almarhumah, Ramlah, dikabarkan meninggal dunia, pada sekira pukul 19.00 Wita.

Advertisement

Ramlah pergi meninggalkan dua orang kakak laki laki masing masing atas nama Lampe (40 tahun) dan Ari (30 tahun). Selain itu, almarhumah juga meninggalkan dua orang kakak wanita atas nama Yada, dan Diani, serta satu orang adik perempuan atas nama Mila (18 tahun) yang masih dalam masa perawatan intensif Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Mauragawali yang dikonfirmasi wartawan, Rabu, (10/01) malam, menguraikan, jenazah almarhumah akan diberangkatkan dan dipulangkan ke Bulukumba, hari, Rabu malam ini.

Jenazah akan dipulangkan bersama dengan adik perempuannya, Mila (18 tahun) yang enggan tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Mila menolak untuk tinggal seorang diri menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak mau terpisah dari almarhumah kakaknya, jelas pria yang akrab disapa Opu itu.

Andi Mauragawali menjelaskan, penanganan dan perawatan lanjutan Mila, rencananya akan ditangani jajaran Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.

Jenazah almarhumah Ramlah sendiri kata Mauragawali, rencananya akan dikebumikan di samping makam mendiang ibundanya yang berlokasi di belakang rumah almarhumah di Dusun Seka, Desa Bontonyeleng.

Secara khusus ia menandaskan, persiapan dan prosesi pemakaman jenazah akan ditalangi aparat pemerintah desa.

"Kami sementara akan menuju rumah duka untuk mempersiapkan segala sesuatunya, sembari menantikan kedatangan ambulance yang mengantar pulang jenazah", pungkas Mauragawali. (Fadly Syarif)