PRODI KEHUTANAN UNHAS SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN

68

SULSELBERITA.COM. Makassar - Dosen Prodi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin. Dr. Ir. Sitti Nuraeni, MP, bersama seluruh dosen Prodi S1 Kehutanan melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Pemilihan Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa sebagai lokasi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian Kebakaran Hutan. Program ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 November 2023.

Advertisement

Kelurahan Malino merupakan salah satu tempat wisata alam yang paling populer di Sulawesi Selatan. Malino memiliki hamparan pohon pinus yang indah dan hijau dengan udara yang sangat sejuk. Akan tetapi belakangan ini dikabarkan marak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hutan Pinus Malino.

Fenomena kebakaran hutan ini telah marak terjadi di sepanjang musim kemarau. Penceghan dan Pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan sendiri tetapi membutuhkan sinergitas dari berbagai pihak agar dapat meminimalisir dampak dan peristiwa.

Prodi S1 Kehutanan menggelar Sosialisasi berupa edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian Kebakaran Hutan terutama pada hutan Pinus yang rentan terjadi kebakaran pada musim kemarau.

“Sosialisasi ini dimaksudkan sebagai edukasi dan himbauan kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan pinus yang diperkirakan menjadi titik timbulnya api” (Dr. Ir. Sitti Nuraeni, MP).

Pada kesempatan yang sama Dr. Ir. Syamsu Millang, MS., juga menuturkan bahwa pinus merupakan spesies pohon yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau, karena hampir semua bagian dari pinus memiliki sifat yang mudah terbakar terutama resin yang dikandung oleh pinus sangat mudah mengalami kebakaran pada saat musim kemarau.

Sehingga dibutuhkan tim patroli untuk melalukan patroli pada kawasan yang diperkirakan akan dapat menjadi titik terjadinya kebakaran. Selain itu, kita juga sangat membutuhkan MPA (Masyarakat Peduli Api) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, melakukan pemadaman awal jika melihat titik api”.

Kontribusi mendasar dari masyarakat setempat diharapkan dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan pinus dapat mengancam kelestarian dan keindahan dari Hutan Pinus.

Program pengabdian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Hal ini diutarakan oleh Ir. Andi Bau Dendrawali, M.Si sebagai tokoh masyarakat Malino. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi informasi dan pengetahuan bagi masyarakat untuk bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan terutama di Hutan pinus Malino ini terima kasih kepada tim pengabdian yang telah memberikan edukasi serta solusi terkait kebakaran hutan dan lahan.