Kasian,!! Pekerja Lokal Dipukul TKA, LIPAN Sultra Bereaksi Dan Warning, Manajemen PT.OSS

284

KENDARI - Dikabarakan bahwa. Alpin, Divisi konfeyor, smelter 3, Korban Pemukulan tenaga kerja asing di Kawasan Perusahaan PT. OSS Morosi, diketahui merupakan 1 (satu) warga Negara Indonesia dan 1 (satu) warga Negara Tiongkok, keduanya merupakan karyawan Perusahaan Obsidian stenles steel , atas nama Keluarga Besar Satriadin" menyampaikan keberatannya Bahwa perusahaan telah melakukan penanganan yang tidak sesuai terhadap Alpin yang mendapatkan Pemukulan, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka mengevakuasi dan menangani Persoalan Pemukulan," jelasnya.

Lebih lanjut kata Aktivis yang biasa di sapa Gopal ,yang juga sebagai ketua DPD Lentera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara., Menimbang bahwa  saat ini proses investigasi mendalam masih berlangsung dan sedang dilakukan oleh aparat penegak Hukum. Namun, dia berharap kiranya APH bisa Bekerja Profesional, imbuhnya"

Ketgam : Alpin Korban Pemukulan TKA (tengah baju Hitam)

"Saat ini, kami telah melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Bondoala Dugaan tindak pidana Penganiayaan yang di lakukan oleh pekerja asing, dimana Tenaga kerja asing tersebut baru di datangkan 2 Bulan ini"

Anehnya ada beberapa pihak di dalam perusahaan di PT OSS, Mencoba mengaburkan hal tersebut, bahkan mengancam Alvin untuk di keluarkan di dalam perusahaan.

Oleh karena itu atas peristiwa tersebut. Ketua DPD Lentera Independen sangat geram atas informasi tersebut. Menurutnya hal ini merupakan bagian dari bentuk perbudakan yang di lakukan oleh TKA china terhadap pekerja lokal, di dunia kerja di PT. OSS yang berada di morosi. Karena menyuruh pekerja lokal menggunakan tangan.

Kami juga meminta dengan tegas kepada pihak Imigrasi sultra untuk lekas melakukan penahanan kepada pihak Asing yang kami duga masuk ke wilayah hukum Republik Indonesia menggunakan Visa kunjungan" dan setiap tindak pidana wajib diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tulisnya.

Atas kejadian Pemukulan yang dilakukan oleh TKA asing tersebut, kami serahkan kepada pihak APH untuk segera menuntaskan persoalan ini," Harap Ketua LIPAN Sultra itu.

Namun demikian kata Gopal, sapaanya. Jangan hanya orang China yang di aniaya oleh pekerja lokal cepat diproses tapi tidak dengan sebaliknya."ujarnya menyesalkan peristiwa tersebut

Apabila hal tersebut tidak segera di tuntaskan oleh pihak manajemen PT.OSS dan pihak Polsek bondoala, dengan Mosi tidak percaya dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi besar-besar atas kejadian tersebut." Kecam Gopal memberikan warning pihak pihak terkait  (HNr)