Sejumlah Proyek Provinsi Disinyalir Mangkrak, Konsorsium Putra Daerah Geruduk Kejati Sultra Adukan Gubernur Ali Mazi

68

KENDARI – Konsorsium Putra Daerah Berasatu  (KPD-B) yang tergabung dari sejumlah lembaga Swadaya Masyarakat, tak terkecuali Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pun turut andil dalam gerakan tersebut. Rabu (12/07/23)

Gerakan tersebut merupakan rangkaian dalam rangka mengevaluasi kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H.Ali Mazi SH selama masa kerja lima tahun yang dinilai banyak Megah Proyek Infrastruktur Disinyalir Mangkrak.

Advertisement

Gerakan massa aksi tersebut dimulai sejak pagi hingga menjelang siang bertempat di perempatan MTQ sampai ke Markas Besar Kejaksaan Negeri Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati-Sultra)

Adapun sejumlah Proyek yang disinyalir Mangkrak di antaranya sbb :

  1. Pembangunan Stadion Lakidende,
  2. Pembangunan Patung Oputa Yii Koo,
  3. Rehabilitasi Rujab Gubernur
  4. Pengadaan pembelian Kapal Pesiar Gubernur
  5. Pembangunan jalan Kendari-Toronipa

Ke lima point ini merupakan Proyek Vital dan menelan Anggran Miliaran. Baik Proyek Infrastruktur maupun Suprastruktur Diduga dari sejumlah Proyek tersebut banyak Indikasi Korupsi yang merugikan Negara.

Hal itu diungkapkan, Jendral Lapangan Ja’a Asbara dalam keteranganya ia mengatakan bahwa sejumlah Mega Proyek Tersebut terdapat banyak Indikasi Dugaan Korupsi karena itu. Menjadi pertanyaan besar kenapa sampai hari ini pekerjaan mega proyek tersebut belum selesai. Ada apa? Ujarnya penuh tanya.  Belum lagi, sampai hari ini keterbukaan akan kelanjutan dari beberapa mega proyek yang mangkrak belum jelas, sehingga kami yang tergabung dalam Konsorsium Putra Daerah Bersatu menduga bahwa ada Indikasi Korupsi yang terjadi di antara Pembangunan sejumlah Proyek tersebut.

“Yaa tuntutan kami hari ini, kami berharap agar Pihak Aparat Penegak Hukum utamanya Kajati Sultra dapat menindak lanjuti tuntutan kami,” harapnya.

Dalam Gerakan hari ini, kami mendesak Kajati Sultra untuk memeriksa Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, beserta semua yang terlibat dalam  proses pekerjaan Mega Proyek yang hingga kini masih Mangkrak dan terindikasi adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).”ungkapnya.

Kemudian bila mana dalam tuntutan tersebut tidak segera di atensi oleh Penegak Hukum, maka kami yang tergabung dalam Gerakan Konsorsium Putra Daerah Bersatu akan kembali melakukan aksi demonstrasi dengan Massa yang lebih banyak lagi,” Pungkasnya

Pantauan Wartawan, sejumlah massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan kondusif. Gerakan hari merupakn Aksi Jilid I.

Selain itu, Gerakan Masaa Aksi Konsorsium Putra Daerah Bersatu (KPDB) hari ini sekaligus menyerahkan Aduan Sejumlah Proyek Provinsi yang disinyalir Mangkrak.

Sementara, Pihak – pihak terkait belum ada yang bisa dikonfirmasi, kendati begitu Jurnalis media ini akan berusaha melakukan Konfirmasi dan tetap meberikan hak jawab, sebagai perimbangan dalam pemberitaan

(HNR)