Klir,.? Ini Bukan Proyek Perusda Tapi Forum CSR Konsel

127
Papan Proyek Pemasangan Lampu Hias Big There

KONSEL – Polemik terkait Proyek Pembangunan Lampu Hias Big Three menuai sorotan dari sejumlah kalangan, sebut saja dari kalangan Aktivis di Kabupaten Konawe Selatan. Getol menyoroti Pembangunan tersebut, pasalnya Pembangunan Lampu Hias Big Three dinilai kurang tepat sasaran, belum lagi, diawal-awal Proyek baru berjalan terpampang nama Perusda Konsel dalam Papan Proyek tersebut, sontak hal itu membuat sejumlah kalangan. mulai dari Masyarakat, Pemerhati Pembangunan tanpa terkecuali para punggawa punggawa Aktivis yang Vokal dalam menyuarakan Aspirasi turut Geram dengan adanya papan Proyek yang mengatas namakan Perusda sebagai Pengelola dana CSR Konsel dalam Pembangunan Lampu Hias Big Three.

Selain itu kegeraman para Aktivis ini bertambah karena adanya pemusnahan Tugu sebelumnya yang mana tugu tersebut melambangkan Budaya daerah kabupaten Konawe Selatan dan merupakan salah satu Icon daerah. selain itu Papan Proyek yang dinarasikan seolah olah Perusda sebagai pengelola dana CSR konsel membuat Sejumlah kalangan ini menjadi   bertambah Geram dan bertanya – tanya!.pasalnya Dana CSR harusnya tidak dikelola oleh Perusahaan Daerah (PERUSDA).?

Advertisement

Tak heran, jika sejumlah kalangan ini menyoroti proyek tersebut, belum lagi Nilai anggaranya yang Fantastik,hanya demi untuk sebuah Lampu Hias. Proses lelangnyapun dipertanyakan,hingga adanya Asumsi permintaan Perusda Konsel baiknya di Evaluasi.!!

Protes dan kecaman itu terus memanas dalam salah satu Grub WhastApp ternama,yakni Grub Kami Putra Putri Konsel (KPPK),mulai dari pagi, siang hingga malampun perdebatan terkait Pembangunan Lampu Hias Big Three selalu menghiasi dinding Grup tersebut, dan hal itu terus berulang ulang diperdebatkan.

Akibat dari terpampangnya nama Perusda dalam Proyek tersebut, Perusda Konsel pun dikambing Hitamkan? lempar kesalahpahamanpun dimulai.!

Direktur Perusda Konsel, Arief Rachman,SE, ME saat dikonfirmasi, memberikan penjelasan. ditemui di warkop Nine teen Kota Kendari pada  minggu malam (12/05/23), Arief menegaskan bahwa perusda Konsel tidak pernah mengelola dana CSR, jadi ada yang keliru jika teman teman beranggapan bahwa selama ini Perusda Konsel mengelola Dana CSR.

Kemudian terkait di catutnya nama perusda konsel dalam Proyek Pembangunan Lampu Hias Big Three. dirinya juga heran kenapa bisa nama perusda yang di catut sebagai pengelola  proyek tersebut, namun setelah mengetahui hal itu, Arief langsung mengkonfirmasi tim tehnis dari Dinas PU kab Konawe Selatan, agar tidak menggunakan Logo Perusda dalam Proyek Pembangunan Lampu Hias Big Three dan saat inipun papan Proyek yang sebelumnya di pasang di lokasi Proyek atas nama Perusda Konsel  telah di cabut kembali ( sudah tidak ada).

Arief juga menyesalkan adanya pencatutan nama perusda konsel dalam proyek itu, menurutnya hal tersebut merupakan kesalapahaman dari tim tehnis dinas PU kab Konsel, “karena secara kebetulan dirinya merupakan Ketua Forum CSR Konsel, makanya teman teman dari tim tehnis pikir itu Proyek dari Perusda Konsel,padahal kan bukan,”ujarnya.

selain itu kata Airef terkait dengan papan Proyek dirinya tidak pernah dikonfirmasi akan di catutnya nama perusda dalam pelaksanaan proyek tersebut, nanti setelah terpasang dan heboh sana sini dirinya baru mengetahui.

Lebih lanjut, Arief mengatakan bahwa terkait dengan Proyek Pembangunan Lampu Hias Big Three di akuinya memang bersumber dari dana CSR, dananya merupakan kontirbusi dari PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS), akan tetapi bukan Perusda yang kelola karena Perusda Konsel tidak pernah mengelola dana CSR.

“Jadi yang kelola Proyek Lampu Hias Big Three itu adalah Forum CSR Konsel bukan Perusda Konsel.jelas ya….”ujarnya.

Kemudian, terkait dengan proses lelang Proyek tersebut. dikonfirmasi hari berikutnya di salah satu warkop kota kendari. Rabu malam (13/06/23) Arief menjelaskan bahwa terkait dengan proses lelangnya. itu dalam Forum langsung, prosesnya itu melalui tim tehnis dari Dinas PU Konsel, dalam Forum CSR ini anggotanya terdiri dari Pemda dan Perusahaan.terkait dengan siapa kontraktor pelaksananya, tentu tim tehnis yang lebih mengetahui itu, karena mereka yang memaparkan setiap program yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dihadapan Forum yang dihadiri sejumlah perusahaan.

Jadi diantara Program yang ditawarkan, Perusahaan itu sendiri yang memilih, tidak ada intervensi dalam forum bahwa harus ini atau itu.namun sebelum memilih salah satu program tersebut tim tehnis ini telah memaparkan secara tehnis baik anggaranya maupun pelaksanaanya, nah tentunya jika berkaitan dengan Lampu Hias Big Three tim tehnis akan mencari yang Ahlinya.

Arief juga sedikit menyingung bahwa nantinya jika Proyek Lampu Hias Big Three itu sudah selesai bisa menjadi suatu destinasi,”nantinya disekitaran situ akan ada lapak lapak dan ini bisa menjadi tempat wisata juga atau tempat jalan jalan, jika tempatnya menarik tentu akan ramai pengunjung secara otomatis masyarakat yang berjualan disitu akan memiliki nilai tambah dalam perekonomianya, jadi hal ini tetap beriringan dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat sesuai sasaran penggunaan dana CSR. Terlepas dari pemusnahan Tugu sebelumya teman teman bisa konfirmasi langsung ke Pemda atau Sekretaris Daerah Konsel ( Sekda ) kalau kami di Forum tidak punya kapasitas untuk menjawab itu,”ungkapnya.

Adapun terkait kesalahpaham Tim Tehnis Dinas PU Konsel dalam pencatutan nama Perusda Konsel pada papan Proyek Pembangunan Lampu Hias Big Three, di akui tim tehnis bahwa memang kesalahan dari teman teman.”kata Irwan saat dikonfirmasi via WhastApp.

” Iy, itu betul PU sebagai tim teknis, jadi ada kesalahpamanan teman2 lapangan terkait papan nama proyek yang kopnya adalah perusda harus nya bukan perusda tetapi CSR

Jadi ini terjadi karena kebetulan saja ketua tim pengelolanya itu pa arif

Jadi persangkaannya teman2 dilapangan itu perusda sesungguhnya bukan perusda tapi csr”

menjawab pertanyaan wartawan siapa teman teman yang di maksud,” Irwan mengatakan Teman2 pu

ditanya terkait Kontaktor Pelaksana apakah penunjukan langsung atau ada proses lelang,” Irwan menjawab normatif

“Ini masih saya mo koordinasi ke ketua pengelola

“Itu bukan wilayah saya, karna kami kan cuman teknisnya” tulisnya dalam pesan WhastApp.

(Hendra_Konsel)