Kasatpol PP Bantah Adanya Pungli di Losari, Ini Pernyataan LSM PERAK

64

SULSELBERITA.COM. Makassar – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Ikhsan menampik tudingan dugaan dirinya dengan anak buahnya melakukan pungutan liar (pungli) parkir liar di area anjungan Pantai Losari.

Hal tersebut disampaikan melalui rilis yang beredar ke beberapa media online. Dalam rilisnya di media, Kasatpol PP Kota Makassar, Ikhsan menegaskan dugaan pungli itu tidak benar dan menantang diberikan bukti.

Advertisement

Bahkan dirinya menyampaikan ke anggotanya agar tidak main-main dalam melaksanakan tugas dan jangan sampai merusak nama baik satpol PP.

Menyikapi hal tersebut, Kasatpol PP Kota Makassar tersebut langsung mengumpulkan seluruh pejabat struktural, Danton, Wadanton dan Danru untuk mengusut jika betul ada yang melakukan pungli seperti itu akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Monitoring LSM PERAK Indonesia, Mahmudin mengatakan, jika bukan pernyataan seperti itu yang masyarakat harapkan dengan saling mencuci tangan.

“Kami ini bukan anak kecil Pak Kasatpol, bukan cuma masyarakat mengadu bahkan dari pihak kami juga mengalami langsung membayar parkir tersebut dengan biaya Rp 5.000/motor,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/6/23).

Mahmudin menjelaskan, modus operandi jukir liar ini tergolong cerdas dalam melakukan aksinya. Setelah kami usut dan sesuai pernyataan Kepala UPTD Pantai Losari memang menempatkan beberapa orang penjaga jasa penitipan helm, namun pada kenyataannya di lapangan mereka tidak menjelaskan jasa penitipan helm itu tidak dipatok harganya dan hanya partisipatif atau seikhlasnya bagi pemilik kendaraan.

“Jadi ini penjaga jasa penitipan helm dalam melakukan operasi jaga helm bukan mengatakan jaga helm namun sebagai jasa parkir dan parahnya mereka mematok Rp 5.000 permotor,” tambah Mahmudin.

Lanjut Mahmudin, saking kesalnya Ketuaku juga jadi korbannya bukan persoalan ikhlas atau tidak ikhlasnya tapi ini sangat meresahkan masyarakat khususnya pengunjung.

Menurut Mahmudin, wajar kalau pihaknya menduga oknum satpol PP terlibat atau melakukan pembiaran. Pasalnya, mustahil mereka tiap malam disitu tapi tidak tahu modus para jukir ini dalam memalaki pemilik kendaraan.

“Duaji dugaan kami, Kasatpol PP beserta anggotanya pura-pura tutup mata dan terjadi pembiaran atau Kasatpol PP ini tipe orang yang hanya taunya duduk di kantor tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” beber Mahmudin.

Mahmudin balik menantang Kasatpol PP Kota Makassar, Ikhsan dengan meminta orangnya yang tidak dikenal di lokasi tersebut termasuk para petugas Satpol PP agar turun melakukan penyamaran memarkirkan kendaraannya disitu.

“Silahkan suruh turun orangnya Kasatpol untuk menyamar dan memarkir kendaraan disitu kita liat seperti apa. Kalau bisa jangan sekarang karena mereka juga pasti antisipasi atau kalau mau turun bersama kami,” ucapnya.

Mahmudin juga meminta Walikota Makassar segera membubarkan para penjaga jasa penitipan helm di lokasi tersebut karena hal itulah yang dijadikan kedok melakukan pungutan liar.

“Kalau tidak ada payung hukumnya dan bisa merugikan masyarakat lebih baik dibubarkan saja Pak Wali,” tegasnya.

Menurut salah satu penjaga jasa titip helm di lokasi tersebut, Syamsir membenarkan posisinya hanya penjaga helm bukan tukang parkir jadi dirinya tidak mematok pemberian pemilik kendaraan termasuk memberikan seikhlasnya. Namun, Syamsir tidak menampik jika sering mendengar aduan pemilik kendaraan jika rekan sesamanya ada yang bahkan mematok harga dan meminta biaya parkir.

“Kami setor ke Pak Yaya nanti dia yang setor ke Bu Yeyen (Kepala UPTD Pantai Losari),” katanya.

Wanita berinisial N juga membenarkan dirinya pada saat parkir kendaraan di hari Minggu (11/6/23) dimintai biaya parkir Rp 5.000.

“Iya saya dimintai biaya parkir dipatok harga Rp 5.000 dan tidak mengatasnamakan penjaga helm tapi dengan tegas minta biaya parkir, tepatnya di bungkusan helm berwarna merah,” akunya.

Tidak hanya itu, salah satu saksi A juga di hari Senin (29/5/23) mengungkapkan dirinya dimintai bayaran parkir Rp 5.000 di bungkusan penutup helm berwarna hijau tepatnya ujung kanan parkiran area Toraja Mandar.

“Tukang parkirnya anak muda dengan entengnya minta Rp 5.000 yah kami kagetlah selama inikan tidak ada parkir di dalam area dan juga tidak mengaku jasa penitipan helm,” tutup pria yang tidak ingin disebutkan namanya.

(*)