Sederet Informasi Dugaan Penyimpangan Program Desa di Konsel, Hingga Menyeret Institusi Kejaksaan Dan Anak Bupati Konsel, Fungsi Pengawasan DPMD Dipertanyakan?

277

KONSEL – Beredar Flayer seruan Aksi dari Lembaga Aliansi Pemuda Pelajar Sulawesi Tenggara (AP2 Sultra).  Dalam Seruan Aksi tersebut berisi narasi Copot Kajari Konsel atas dugaan keterlibatan dalam Program Fiktif Pengadaan Buku dan Pupuk seluruh Desa dikonsel TA 2022 – 2023. Selanjutnya. Periksa Kepala Dinas PMD Konsel dan anak Bupati Konsel yang di duga sebagai dalang atas dugaan Progran Fiktif tersebut yang merugikan Dana Desa ( DD ) Puluhan Miliyar . demikian tuntutan seruan Aksi tersebut

Kemudian, Informasi terkait Penyertaan modal Bumdes yang di anggarkan setiap tahunya. turut menambah rentetan Program desa yang masih di duga kurang memuaskan hasilnya, Fungsi pengawasanya pun di pertanyakan?

Advertisement

Namun, sebelum lebih jauh kita membahas ke dua Informasi yang sedang ramai di perbincang kan ini, hingga menyeret nama besar Kejari Konsel dan anak Bupati Konsel, terlebih dahulu kita akan mengulas satu persatu informasi tersebut. sehingga balance dan tidak menimbulkan opini negativ di hadapan publick.

Pertama Informasi soal dugaan Program Fiktif pengadaan Buku dan Pupuk di seluruh desa se kab.Konawe Selatan.

Adanya Informasi ini diketahui melalui Flayer / Pamlet Elctronik yang beredar di Grub WhatsApp. dalam Flayer tersebut, Institusi Kejaksaan dalam hal ini Kejaksaan Negri (Kejari Andoolo/Konsel ).turut di seret namanya bahwa di duga terlibat dalam Program Pengadaan Buku dan Pupuk TA 2022 – 2023 yang diduga Fiktif. selain itu nama anak Bupati Konsel dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Daerah (DPMD Konsel) di sebut sebut, diduga sebagai dalang atas dugaan Program Fiktif tersebut yang merugikan Dana Desa ( DD ) Puluhan Milyar. lalu, benarkah Informasi tersebut? berikut jawaban atau tanggapan dari beberapa pihak setelah di konfirmasi.

Kadis DPMD Konsel, Anas Mas’ud, dikonfirmasi via WA mengatakan bahwa.

” Untuk kegiatan pengadaan buku dan pupuk fiktif tahun 2022 apabila terjadi tentunya datanya sudah ada di inspektorat konsel karena pihak inspektorat secara reguler melakukan pemeriksaan kegiatan APBDes, apabila kegiatan pengadaan buku dan pupuk tahun 2023 dikatakan fiktif pada saat ini Dana desa baru cair tahap pertama 40 ℅ berarti sedang proses belanja atau mungkin saja belum belanja. karena pengadaan nya bisa saja dianggarkan pada tahap ll atau tahap lll kita. Sehingga pengadaan untuk tahun 2023 belum dapat disimpulkan fiktif karena masih proses atau bisa saja belum belanja.” Tulisnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, dalam Menjawab soal tudingan tersebut keterlibatan Dinan PMD Konsel.

Bahwa, Kalo hal itu pastilah kami menjawab tidak ada intervensi kami pak, tetapi untuk lebih berimbang tentunya dapat juga melakukan pengecekan langsung di desa desa di konawe Selatan

Menyikapi soal beredarnya pamplet,

karena objek kegiatan ini adalah dana desa yang di kelola desa tentunya sangat diperlukan klarifikasi langsung dari desa desa di konsel pak,”ungkapnya.

Kemudian menjawab adanya Informasi miring bahwa dari hasil Investigasi beberapa sumber bahwa dugaan pengadaan buku dan pupuk tiba tiba tertuang dalam APBDES di konsel.

Ia memberikan sanggahan bahwa “pada prinsipnya kami siap. Untuk di konfrontasi dengan kepala desa apabila hasil investigasi membuktikan hal ini pak,”ujarnya

“kami terbuka untuk di konfrontasi dengan pemerintah Desa kalo kami melakukan intervensi kegiatannya pengadaan buku atau pupuk,”

Sementara, Kajari Konsel. Hj Herlina Rauf yang juga dikonfirmasi via WA, pada rabu sore, (31/05/23) memberikan jawaban/tanggapan seperti ini.

Waalaikumsalam wr wb

Kajari Konsel tdk pernah berurusan dengan pengadaan buku dan pupuk……bisa di klarifikasi dari mana sumbernya, krn slama ibu bertugas d konsel tdk pernah berurusan dengan SKPD apalagi mau berurusan proyek.

“Sekalian ibu mau tau siapa yg bawa2 nama ibu”

“Darimana sumber informasinya biar ibu yg akan proses”

demikian jawaban Kepala Kejaksaan Negari Andoolo – Konsel

Adapun, soal anak bupati Konsel yang namanya ikut di sebut sebut, media ini tidak dapat mengkonfirmasi salah satunya. sebab, sumber dalam Flayer tidak mengarah ke pada salah satu nama anak bupati Konsel.

Selanjutnya. Terkait Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kab Konawe Selatan.

Informasi terkait Penyertaan modal Bumdes yang di anggarkan setiap tahunya, turut menjadi perbincangan hangat dibeberapa kalangan, pasalnya dalam Program BUMdes setiap tahunya di anggarkan beberapa desa yang ada di Konsel, namun pengawasanyapun dipertanyakan, bagaimana tidak,? hal itu dikarenakan ada beberapa Program BUMdes di Konsel di duga tidak mengeluarkan hasil dengan baik/PUSO

Sehingga hal ini pula menimbulkan pertanyaan dari berbagai kalangan,Bahwa dari beberapa sumber yang terpercaya, ada sebagian BUMdes di beberapa Desa di Konsel yang sampai hari ini tidak jelas tujuanya, karena itu Pengawasanya di pertanyakan.?

Menanggapi Soal dugaan miring, Penyertaan Modal BUMdesa di beberapa Desa di Konsel, Kadis DPM Konsel Anas, kembali mengelurkan jawabanya.

Kata dia bahwa, Penyertaan modal bumdes setiap tahun bisa dianggarkan oleh desa tetapi tidak semua desa menganggarkan setiap tahun

kemudian di tanya menyoal pengawasan BUMdes, yang dinilai atau diduga kurang pengawasan dari DPMD Konsel

Lagi lagi dia memberikan jawaban yang menurutnya sudah terlaksana dengan baik.,

“kami sdh melakukan monev bumdes dari 303 desa yang menyertakan modal sampe tahun 2022 hanya 161 saja yang aktif sampai saat ini sisanya yang tidak aktif datanya sudah kami serahkan ke inspektorat untuk dilakukan  pemeriksaaan khusus silahkan bisa dilakukan klarifikasi ke inspektorat.

“Kami pun sudah MOU dengan pihak kejaksaan konawe Selatan terkait apabila ada penyimpangan pengelolaan bumdesa tentunya setelah ada hasil pensus dari inspektorat” Pungkasnya.

Terakhir, Jawaban Sumber Informasi Terkait dugaan Program Fiktif Pengadaan Buku dan Pupuk se Konsel TA 2022 – 2023 yang melibatkan beberapa pihak,yang dimuat dalam Flayer/pamlet electronik,’ AP2 Sultra. Melalui, LHK dikonfirmasi awak media pada rabu siang 31/05/23. di tanya soal kebenaran Informasi itu, HYK tak banyak memberikan jawaban atau komentar,”

“Lagi di Konsel, investigasi dibeberapa desa melengkapi data data terkait hal itu.

Adapun, saol belum jadinya Aksi itu, jawabanya masih sama, bahwa masih melengkapi data datanya.

Dengan demikian, terkait beredarnya sederet Infomasi Adanya dugaan Program Fiktif hingga melibatkan nama Kejari Konsel dan anak bupati Konsel serta DPM Konsel, belum memiliki informasi yang pasti. beberapa sumber Informasi juga masih terkesan tertutup.

Catatan tambahan : Bila dalam Artikel ini terdapat hal hal yang merugikan salah satu pihak, silahkan menghubungi kami melalui, Redaksi kami untuk di lakukan Koreksi dalam penulisan.

( Hendra Konsel Mengabarkan)