Jembatan Penghubung Terputus Puluhan Guru Nekad Menyabung Nyawa di Tengah Deras Air Sungai

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Selayar – Banjir bandang yang pada hari, Kamis (13/12) dini hari lalu memutus akses penghubung antara Dusun Reaiya, Lalemang, dan Dusun Timoro, kampung Jammeng di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan, melumpuhkan hampir seluruh aktivitas warga.

Pasca terputusnya jembatan penghubung di perantaraan Dusun Pinang Jaya dan Resinya, puluhan guru dan tenaga pendidik, bahkan nekad menyeberangi serta menerobos derasnya aliran sungai demi untuk bisa sampai ke tempat bertugas dan menunaikan kewajiban sebagai seorang abdi negara di bidang dunia kependidikan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Sudah dua hari ini, guru dan tenaga pendidik, nekad menyabung nyawa dengan melintasi arus banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat berintensitas tinggi.

Guru TK Raudhatul Atfhal Aqil Pradana Lembang Jaya, bersama dengan sejumlah tenaga guru lain dari UPT SDN Reaiya No. 30 Kepulauan Selayar, SMP Satap No. 41 Kepulauan Selayar (Jammeng) , dan guru UPT SDN 103 Kepulauan Selayar (Jammeng), tak punya pilihan lain untuk bisa tetap sampai ke tempat bertugas, kecuali harus melawan derasnya aliran air sungai. (FS/Endang)

Pos terkait