Demo Besar Besaran Hiasi Sejumlah Desa di Kabupaten Takalar, Pilkades Serentak Ditolak

372
Spanduk Tarowang Menggugat Terbentang dalam Aksi Demonstrasi Penolakan Hasil Keputusan P2KD Sejumlah Desa di Takalar
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar, — Sejumlah desa yang ada di kabupaten Takalar melakukan demo besar-besaran terkait putusan hasil tes berkas bakal calon desa yang dibacakan P2KD, bahkan hampir semua akses jalan di tutup oleh para demonstran tersebut, salah satunya di desa Taroang dan desa Popo, Minggu, 13/11/2022 .

Dari berbagai informasinyang berhasil dihimpun media ini, aksi demo besar besaran ini terjadi sejak Sabtu kemarin hingga Minggu siang tadi.

Beberapa calon kepala desa dinyatakan gugur dalam tahapan seleksi, bahkan Ada calon kepala desa ingcamben yang gugur berkas, tidak mau menerima kekalahannya, pasalnya dari enam calon yang mencalonkan cuma incamben ini yang gugur,hingga pihaknya menduga kuat ada permainan politik pribadi.

Spanduk Tarowang Menggugat Terbentang dalam Aksi Demonstrasi Penolakan Hasil Keputusan P2KD Sejumlah Desa di Takalar
Advertisement

“Semua calon yang gugur di wilayah kabupaten takalar termasuk Galesong Selatan, mengatakan tidak terima hasil keputusan P2KD, bahkan mereka tidak mau menerima kekalahannya, dan akan menempuh jalur hukum.

Baca Juga  FKPMI, Dukung Langkah DPRD Konsel, Tolak Pinjaman Dana PEN Daerah

Terlebih lagi ada kabar beredar kalau panitia pelaksana pilkades melakukan kecurangan, dan kuat dugaan ketua P2KD termasuk dalangnya.

Demo Penolakan Pilkades di Sejumlah Desa di Takalar Lumpuhkan Jalir Trans Provinsi

Hal tersebut membuat semua calon kepala desa yang gugur tidak mau menerima kekalahan yang di dalamnya diduga kuat ada kecurangan, para calon yang gugur pun berharap kepada pemerintah yang terkait untuk membatalkan Pilkades atau menunda untuk sementara.

Kami harap pemerintah mengusut terkait adanya kecurangan yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, Seperti yang dikatakan salah satu calon kepala desa yang di dikonfirmasi awak media yang mengungkapkan pihaknya merasa di curangi

“Seandainya panitia penyelengara bekerja sesuai juknis yang ada, kami gugur tidak jadi masalah, tapi kami merasa di curangi oleh panitia penyelenggara, makanya kami tidak terima hasil keputusan yang di bacakan oleh pihak dari P2KD di desa, Kami bisa saja menaruh curiga apakah ada sogokan atau apa itu,” ungkap salah satu calon kepala desa yang tidak mau disebutkan namanya.

BAGIKAN