Pimpin Taman Kanak-kanak Tamalanrea Andi Agustini Diong Disanjung Warga dan Pemerintah Desa

14
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Selayar – Memimpin sekolah dan sekaligus menjadi tenaga pendidik di daerah pedalaman terpencil yang jauh dari hiruk pikuk aktivitas warga kota dan suara bising kendaraan bermotor menjadi rutinitas baru, Andi Agustini Diong.

SK penugasan baru, mengantar langkah kaki, Andi Agustini Diong, menapaki gerbang Taman Kanak-kanak Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Selayar Sulsel dengan perwajahan awalnya yang jorok, miris, dan memprihatinkan.

Tugas untuk merubah kesan kusam dan jorok sebuah lingkungan kerja, tentu bukan sebuah perkara yang mudah untuk dikerjakan dan dituntaskan oleh seorang kepala sekolah wanita.

Advertisement

Kendati begitu, tantangan tugas baru yang harus dihadapi dan diemban di awal masa pengabdiannya sebagai seorang kepala sekolah, tak sedikitpun menyurutkan semangatnya.

Karakter sebagai seorang wanita berdisiplin tinggi dalam menunaikan tugas dan kewajiban sebagai seorang Aparat Sipil Negara (ASN) melatih dirinya untuk terbiasa menghadapi tantangan pekerjaan.

Sikap serta kepribadian ulet dan pekerja keras yang melekat pada diri seorang Andi Agustini Diong membuatnya bisa dengan mudah menjawab tantangan pekerjaan.

Baca Juga  LAPAS TAKALAR DiDUGA "TUKAR KEPALA", SEBELAS NAPI DIPINDAH TAK SESUAI DAFTAR SURAT KANWIL KUMHAM SULSEL

Hal tersebut mulai terlihat dalam empat bulan masa kepemimpinan Andi Agustini Diong, sebagai kepala sekolah baru di lingkungan Taman Kanak-kanak Tamalanrea.

Kegiatan penataan lingkungan sekolah, perlahan mulai dilakukan bersama sama dengan jajaran staf, guru, serta warga masyarakat setempat yang bekerja bahu membahu ‘menyulap’ tatanan kondisi lingkungan sekolah hingga terlihat jauh lebih apik dan tertata rapi dari sebelumnya.

Tidak butuh waktu lama bagi seorang Andi Agustini Diong untuk bisa menghadirkan kesan perubahan yang sejurus kemudian mendapatkan pengakuan dari aparat pemerintah desa setempat.

Ia dinilai piawai dan terbukti mampu menghadirkan warna tersendiri di lingkungan Taman Kanak-kanak Tamalanrea.

Aura dan harapan kehidupan sekolah, perlahan mulai nampak dari goresan kanvas yang digunakan untuk melukis beberapa bagian dinding sekolah dengan menampilkan gambar pemeran film kartun sebagai daya tarik dalam merangsang imajinasi, kreatifitas, dan minat belajar anak, layaknya sebuah lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Baca Juga  Demi Peningkatan Mutu Pelayanan, Puskesmas Pattoppakang Dapat Tambahan 2 Dokter

Penataan pekarangan sampai penempatan pot bunga di sepanjang ruang kelas dan kantor, perlahan tapi pasti mulai merubah wajah lingkungan sekolah menjadi lebih berkesan asri, dan hijau.

Kegiatan penataan lingkungan sekolah tak jarang mengharuskan guru dan kepala sekolah, baru pulang ke rumah menjelang waktu shalat magrib.

Tak hanya meluangkan waktu untuk menata lingkungan sekolah semata.

Akan tetapi, Andi Agustini Diong juga harus diperhadapkan pada tantangan tugas berat untuk membenahi serta melengkapi kekurangan mobiler sekolah.

Salah satu mobiler, berupa kursi kepala sekolah bahkan sengaja dibawah dari rumah untuk mengisi ruangan kantor.

Kendati begitu, keterbatasan mobiler tak membuatnya berkecil hati untuk terus memimpin sekolah yang terbagi atas dua rombel dengan total tiga puluh delapan orang siswa, satu orang staf administrasi, dan lima orang tenaga pengajar tersebut.

Nuansa perubahan dan tampilan baru Taman Kanak-kanak Tamalanrea diaminkan Awaluddin Kades Tamalanrea.

Di matanya, kepempinan Andi Agustini Diong, ‘terang’, menghadirkan banyak perubahan bagi kondisi sekolah, yang sekarang kelihatan jauh lebih hidup dan bersemangat bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Baca Juga  Nuriyatin : Kades Pinole Angkat Bicara Terkait Dirinya Disebut Sebagai Sumber dalam Berita di Media Online

“Jujur, kondisi taman kanak-kanak kami hari ini, jauh lebih bercahaya serta menjanjikan masa depan pendidikan untuk generasi anak cucu Desa Tamalanrea yang berangsur angsur mulai pintar dan cerdas dari sebelum sebelumnya”.

Perubahan lain terlihat dari antusias dan minat belajar siswa yang terlihat mulai menunjukkan peningkatan.

Anak anak jauh lebih bersemangat untuk bersekolah dan belajar. Hal ini tentu merupakan sebuah kemajuan luar biasa yang harus disambut positif.

Oleh karenanya, sebagai bentuk apresiasi pemerintah desa, kami telah mewakafkan sebidang tanah di samping Masjid untuk kegiatan pembangunan fasilitas wc luar, penataan pekarangan, arena bermain anak, pembangunan pagar keliling, ruang kepala sekolah, sekolah dan instalasi jaringan listrik yang secara keseluruhan dananya akan dibebankan melalui DAU desa, pungkas Awaluddin. (Andi Fadly Daeng Biritta)

BAGIKAN