Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Melaporkan Ke KPK Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Penanaman Benih Tebu Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan

429

SULS3LBERITA.COM. Gowa – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia sudah melakukan pelaporan ke KPK terkait pengadaan Benih Tebu yang di duga Proyek sarat korupsi di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa dab Kabupaten Bone anggaran tahun 2021 .

DPP Lsm Gempa Indonesia melaporkan kasus ini ke KPK karena diduga kuat atas dasar kerja Tim pencari fakta Lsm Gempa Indonesia tidak ditemukan pengadaan benih tebu di tiga Kabupaten proyek tersebut adalah proyek dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Tahun anggaran 2021,untuk Kabupaten Bone mendapat Proyek kebun persiapan penanaman Tebu seluas 150 hektar Nilai Pagu Anggaran sebesar Rp.2.250.000.000,00 ( Dua milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) paket Pekerjaan Pengadaan Benih Tebu dan penanaman Tanaman Tebu, untuk kabupaten Gowa mendapat juga Proyek tersebut dengan Nilai Pagu sebesar nilai pagu di Kabupaten Bone dan luas 150 hektar dan kedua proyek tersebut di tender dan dimenangkan oleh perusahaan CV.Lang Buana,alamat Perusahaan CV Lang Buana Desa Gaprang,Dusun Gaprang II Rt.03 RW.01 Kecamatan Tanigoro Kabupaten Blitar yang ditanda tangani Pokja Pemilihan Barang dan Jasa (BBPPTP) Surabaya Jombang,23 Agustus 2021.

Untuk Kabupaten Takalar mendapat Proyek penanaman Tebu dengan nilai Pagu sebesar Rp.3.000.000.000.00 ( tiga milyar Rupiah) dengan luas lahan kebun persiapan penanaman Tebu 200 hektar dengan perubahan pemenang tender CV.Aulia Indoraya,alamat Perusahaan jalan Toa Daeng III Lr. Anggrek No.11 Makassar.

Menurut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH.Kr.Tinggi bahwa ke tiga proyek pengadaan benih tebu untuk penanaman tebu dikabupaten Bone,Gowa dan Kabupaten Takalar menghabiskan anggaran Rp.7.500.000.000,00 ( tujuh milyar lima ratus juta rupiah) tahun anggaran 2021, luas 500 hektar lahan untuk persiapan kebun penanaman tebu , ditelusuri oleh tim pencari fakta yang diketuai wakil ketua lsm gempa Indonesia Arianto Paletteri Amiruddin tidak di temukan fisiknya dilapangan,adapun tanaman tebu di Kabupaten Takalar tapi milik Pabrik Gula Takalar bukan asal dari Kementerian Pertanian anggaran 2021.

Wakil Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Arianto Paletteri Amiruddin mempertanyakan lagi kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan hortikultura Kabupaten Gowa terkait proyek pengadaan benih tebu dan penanaman Tanaman Tebu 150 hektar dikabupaten gowa tahun anggaran 2021 dijawab oleh kepala dinas tidak mengetahui proyek tersebut.

Amiruddin menjelaskan kepada awak media saat ditemui di kantornya dini hari Selasa tanggal 7/6/2022 ,bahwa proyek ini diduga Proyek fiktif yang menghabiskan uang Negara dan merugikan rakyat dimana rakyat ditengah vandemi susah memenuhi kebutuhan hidup tapi penentu kebijakan pengadaan proyek pengadaan benih tebu dan penanaman Tanaman Tebu seluasa mengadakan proyek fiktif mengatasnamakan kepentingan rakyat jumat .

Amiruddin Sh.Kr Tinggi selaku kontrol sosial berharap kepada KPK,Kejati Sulawesi Selatan berdasarkan laporannya agar dapat mengusut tuntas proyek pengadaan benih tebu dan penanaman Tanaman Tebu untuk kabupaten gowa 150 hektar dengan cara pembayarannya kepada pemenang tender adalah bembayaran secara lumsum,artinya anggaran 2 (dua) milyar dibayar sekaligus langsung kepada pemenang tender, untuk kabupaten Bone dan Takalar dibayar secara satuan artinya pembayaran dilakukan kepada pemenang tender sesuai volume diduga hanya modus bagi pemilik proyek .Ada Kabupaten Gowa pembayarannya dilakukan secara lumsum??? Amiruddin.SH Kr.Tinggi penuh tanya.

Atas dugaan proyek fiktif di 3 ( tiga) Kabupaten ini yang menghabiskan anggaran tujuh milyar lima ratus juta dilaporkan ke KPK,Kejaksaan Tinggi sulawesi selatan oleh Lsm Gempa Indonesia,insyaallah besok tim pencari fakta akan mengantar laporan Ke Kejati Sulawesi Selatan harus terlampir bukti bukti yang dimilikinya tutupnya.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Hp.085241416014.