Terkait Proyek Rehab Drainase dan Balai Kegiatan Masyarakat Desa Patani, Warga Minta APH Turun Tangan

236

SULSELBERITA.COM. Takalar – Proyek pengerjaan rehabilitasi saluran Drainase , yang berasal Tepat di Dusun Manggulabbe Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kab.Takalar menjadi perhatian warga setempat bahkan sempat meresahkan warga di saat hujan lebat.

Pasalnya, proyek pelaksanaan oleh plt.Desa Patani itu diduga dikerjakan Asal jadi dan sama sekali tidak menimbulkan asas manfaat bagi warga setempat justru menimbulkan mudarat yang besar di karenakan genagan air yang cukup besar di kala hujan

Seorang warga sekitar Dusun Manggulabbe, menyebutkan pengerjaan saluran air tersebut terkesan asal jadi bahkan tidak jadi . Karena baru beberapa hari selesai diperbaiki, sudah banyak yang terlihat berlubang. Dan semen penutup juga terlihat sudah dalam kondisi retak.

Penampakan Gedung Balai Kegiatan Masyarakat

“Kali ini pengerjaan proyeknya betul betul parah, masa baru beberapa minggu pengerjaanya sudah banyak yang pecah-pecah semennya. Takutnya nanti.. bukan malah makin bagus ini,” ujar salah satu warga Dusun mangulabbe Minggu 16/5/2021

Baca Juga  Berkerumun Tak Pakai Masker Sejumlah Pemuda Mendapat Sanksi

Melihat kondisi tersebut, dirinya mengatakan proyek yang menelan Dana Desa senilai Rp.87.690.000,- T.A 2021 dengan Volume pengerjaan 570 M ini perlu dipertanyakan. Dari hasil perencanaan Plt.Desa Patani tidak pernah ada musyawarah dengan warga setempat sehingga lebih banyak menimbulkan mudarat karena tidak sesuai dengan kebutuhan.

Seorang tokoh masyarakat H.M.Yasin Dg.Tawang sangat menyayangkan karena keadaan serupa ternyata juga terjadi di beberapa Proyek Rehab Balai Kegiatan Masyarakat(BKM) di Pemerintahan Desa Patani yang menelan Dana Rp.140.540.000,-yang saat ini berstatus bangunan Mangkrak Untuk itu, dirinya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk terus memantau proyek-proyek seperti ini jangan sampai ada pembiaran Kerugian Negara.

“Ini kan pembangunannya pakai uang negara, makanya kita harus terus pantau jika memang pengerjaan tidak benar. Supaya fasilitas yang harusnya berguna bagi masyarakat malah tidak sesuai dengan fungsinya,” pungkasnya.

Baca Juga  Stadion Manahan Solo Menjadi Sasaran Patroli Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Penenganan Covid-19
Advertisement
BAGIKAN